Berita Aceh Selatan
MIN 15 Aceh Selatan Butuh Perhatian Serius, Bupati Turun Tangan Bantu Mebel Sekolah
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Aceh Selatan kembali menyerukan kebutuhan pembenahan fasilitas yang sudah dua dekade tidak tersentuh perbaikan
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Aceh Selatan kembali menyerukan kebutuhan pembenahan fasilitas yang sudah dua dekade tidak tersentuh perbaikan.
Seruan itu mencuat dalam diskusi bersama pihak madrasah, komite sekolah, Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (Forjias), dan Pemerintah Gampong Air Pinang, yang berlangsung di ruang rapat MIN 15, Rabu (3/12/2025).
Diskusi tersebut mengungkap kondisi memprihatinkan yang selama ini membayangi proses belajar mengajar di MIN 15.
Bangunan yang dibangun UNICEF pasca-tsunami kini mulai lapuk, sebagian tembok retak, dan struktur kayu banyak yang menghitam dimakan usia.
Bangku dan meja belajar rusak, beberapa di antaranya tak lagi layak digunakan, memaksa murid berbagi kursi saat belajar.
Tak hanya itu, fasilitas dasar seperti mushalla dan MCK juga sangat terbatas.
Baca juga: Bupati Mirwan Minta Forkopimda Awasi Ketat Distribusi BBM, Batasi Jerigen dan Pembelian Berlebih
Mushalla yang belum ada, MCK yang terbatas, Rumah dinas guru tidak tersedia sama sekali, padahal ada tenaga pengajar yang datang dari luar Aceh Selatan dan membutuhkan tempat tinggal layak.
Area sekolah pun tanpa pagar, membuat lingkungan madrasah rentan dan tidak aman bagi anak-anak.
“Sudah 20 tahun MIN 15 seperti dibiarkan sendiri. Fasilitas rusak, bangunan menua, dan banyak kebutuhan dasar tidak terpenuhi.
Dengan 94 siswa, seharusnya madrasah ini mendapatkan perhatian serius dari Kemenag RI,” tegas Ketua Komite, Safril.
Ia menekankan bahwa MIN bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah membangun karakter generasi Aceh Selatan yang tidak boleh diabaikan.
Baca juga: Warga Cot Ara Bireuen Jemur Uang Celengan Masjid
Masalah lain yang ikut disorot yaitu belum jelasnya status tanah yang digunakan madrasah tersebut.
Karena bangunan awal menggunakan bantuan UNICEF, kepastian aset tanah perlu disegerakan agar proses pembangunan ataupun rehabilitasi tidak terhambat.
Para wali murid juga meminta Dinas Perhubungan Aceh Selatan menindaklanjuti pemasangan marka jalan di depan madrasah.
| Hanya 16 Hari, TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan di Desa Pasi Rasian Aceh Selatan |
|
|---|
| Tampil di Podcast, Ketua PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan Sebut Keluarga Fondasi Utama |
|
|---|
| Sat Reskrim Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Curanmor, Pelaku Dibekuk Usai Keluar dari Rutan |
|
|---|
| Siswa Temukan Belatung dalam MBG di SMP N 3 Sawang, Aceh Selatan |
|
|---|
| Dandim Aceh Selatan Komit Tuntaskan Pembangunan Jembatan Aramco Pasi Raja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekolah-di-aceh-selatan_2025_.jpg)