Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Selatan

MIN 15 Aceh Selatan Butuh Perhatian Serius, Bupati Turun Tangan Bantu Mebel Sekolah

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Aceh Selatan kembali menyerukan kebutuhan pembenahan fasilitas yang sudah dua dekade tidak tersentuh perbaikan

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Pihak madrasah, komite sekolah, Forjias, dan Pemerintah Gampong Air Pinang, saat diskusi di ruang rapat MIN 15 Aceh Selatan, Rabu (3/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 15 Aceh Selatan kembali menyerukan kebutuhan pembenahan fasilitas yang sudah dua dekade tidak tersentuh perbaikan. 

Seruan itu mencuat dalam diskusi bersama pihak madrasah, komite sekolah, Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (Forjias), dan Pemerintah Gampong Air Pinang, yang berlangsung di ruang rapat MIN 15, Rabu (3/12/2025).

Diskusi tersebut mengungkap kondisi memprihatinkan yang selama ini membayangi proses belajar mengajar di MIN 15. 

Bangunan yang dibangun UNICEF pasca-tsunami kini mulai lapuk, sebagian tembok retak, dan struktur kayu banyak yang menghitam dimakan usia. 

Bangku dan meja belajar rusak, beberapa di antaranya tak lagi layak digunakan, memaksa murid berbagi kursi saat belajar.

Tak hanya itu, fasilitas dasar seperti mushalla dan MCK juga sangat terbatas. 

Baca juga: Bupati Mirwan Minta Forkopimda Awasi Ketat Distribusi BBM, Batasi Jerigen dan Pembelian Berlebih

Mushalla yang belum ada, MCK yang terbatas, Rumah dinas guru tidak tersedia sama sekali, padahal ada tenaga pengajar yang datang dari luar Aceh Selatan dan membutuhkan tempat tinggal layak. 

Area sekolah pun tanpa pagar, membuat lingkungan madrasah rentan dan tidak aman bagi anak-anak.

“Sudah 20 tahun MIN 15 seperti dibiarkan sendiri. Fasilitas rusak, bangunan menua, dan banyak kebutuhan dasar tidak terpenuhi. 

Dengan 94 siswa, seharusnya madrasah ini mendapatkan perhatian serius dari Kemenag RI,” tegas Ketua Komite, Safril. 

Ia menekankan bahwa MIN bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah membangun karakter generasi Aceh Selatan yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Warga Cot Ara Bireuen Jemur Uang Celengan Masjid

Masalah lain yang ikut disorot yaitu belum jelasnya status tanah yang digunakan madrasah tersebut. 

Karena bangunan awal menggunakan bantuan UNICEF, kepastian aset tanah perlu disegerakan agar proses pembangunan ataupun rehabilitasi tidak terhambat.

Para wali murid juga meminta Dinas Perhubungan Aceh Selatan menindaklanjuti pemasangan marka jalan di depan madrasah. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved