Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Usai Diterjang Banjir, Warga di Pidie Hirup Debu Sisa Lumpur di Badan Jalan

"Debu halus itu sangat membahayakan kesehatan manusia. Sebab, tingkat kumpulan debu itu sangat parah. Debu itu harus dibersihkan dengan air,"

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Muhammad Nazar
DEBU LUMPUR BANJIR : Kayu gelondongan sisa banjir menumpuk di pinggir jalan Kembang Tanjong-Kota Mini Beureunuen, Kabupaten Pidie, Jumat (5/12/2025). Saat ini, debu tebal akibat sisa lumpur banjir sangat mengganggu pengguna jalan dan rumah warga di dekat jalan. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Pidie pada 26 November 2025 menyisakan lumpur tebal.
  • Dampak paling parah dirasakan warga di Kembang Tanjong, Mutiara & Mutiara Timur, terutama yang tinggal di sekitar DAS Tiro.
  • Banjir lumpur terjadi akibat tumpukan kayu gelondongan tersangkut di jembatan Kembang Tanjong, membuat air meluap.
  • Warga, Polri & TNI mulai membersihkan lumpur, termasuk dengan alat berat di jalan Kota Mini Beureunuen–Kembang Tanjong.
  • BPBD Pidie menyebut belum bisa mengerahkan mobil pemadam untuk penyiraman.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Banjir menerjang Kabupaten Pidie, Rabu (26/11/2025), kini menyebabkan aktivitas masyarakat masih lumpuh, lantaran setelah banjir surut yang meninggalkan lumpur tebal.  

Pantauan Serambinews.com, Jumat (5/12/2025), menggunakan sepeda motor, hingga hari kesepuluh, pasca banjir di Pidie, ternyata genangan lumpur sisa banjir masih menghiasi halaman tumah warga dan badan jalan, di Kecamatan Kembang Tanjong, Mutiara dan Mutiara Timur.

Masyarakat yang tinggal berisisian dengan dasar aliran sungai atau DAS Tiro, sangat parah merasakan dampak banjir lumpur.

Banjir lumpur akibat meluap DAS Tiro, lantaran tumpukan kayu gelondongan ukuran besar nyangkut di jembatan Kecamatan Kembang Tanjong. 

Kayu-kayu bulat itu terbawa banjir dari hulu DAS Tiro.

Beruntung jembatan Kembang Tanjong yang telah berusia puluhan tahun itu tetap kokoh, karena mampu menahan terjangan banjir

Air dari DAS Tiro meluber ke luar yang menerjang pemukiman warga, sarana pendidikan, tempat ibadah, rumah, sarana kesehatan, polsek, koramil hingga kantor keuchik. 

Kecamatan paling parah merasakan banjir lumpur antara lain, Kembang Tanjong, Mutiara dan Mutiara Timur. 

Saat ini, lumpur tebal masih menggenangi sarana publik dan rumah warga.

Sebagian mulai dibersihkan, dengan melibatkan warga, Polri dan TNI. 

Seperti di jalan Kota Mini Beureunuen menuju Kembang Tanjong, telah dikerahkan alat berat untuk membersihkan lumpur di badan jalan.

Baca juga: Polres Nagan Raya Kerahkan Water Canon Bersihkan Debu Tebal Dampak Banjir di Jalan Nasional

Tapi, saat lumpur yang dibersihkan, ternyata menyisakan debu yang sangat mengganggu bagi pengguna jalan.

Selain itu, rumah warga terletak di jalan tersebut ikut dikepung debu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved