Berita Banda Aceh
Respons Protes Warga, DPRK Banda Aceh Desak PLN Terapkan Pemadaman Secara Adil dan Berimbang
Anggota DPRK Banda Aceh, Sofyan Helmi,SE.,M.Si meminta manajemen PLN untuk menerapkan jadwal pemadaman yang adil dan berimbang, agar tidak ada
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Warga Banda Aceh dan Aceh Besar mengeluhkan jadwal pemadaman PLN yang dinilai tidak adil karena durasi padam berbeda jauh antar kawasan.
- Anggota DPRK Sofyan Helmi meminta PLN menerapkan pemadaman yang merata, karena warga memahami keterbatasan daya tetapi menolak ketimpangan distribusi.
- Sejumlah warga mengalami listrik padam hingga tiga malam berturut-turut, sementara kawasan lain jarang padam; kondisi ini dinilai merugikan dan perlu segera dibenahi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah warga Banda Aceh dan Aceh Besar mengeluhkan manajemen PLN terkait jadwal pemadaman listrik yang dinilai tidak adil.
Mereka menilai, selama ini ada kawasan yang mengalami pemadaman dalam waktu singkat, sementara kawasan lain dipadamkan listriknya dalam waktu yang jauh lebih lama.
Anggota DPRK Banda Aceh, Sofyan Helmi,SE.,M.Si meminta manajemen PLN untuk menerapkan jadwal pemadaman yang adil dan berimbang, agar tidak ada warga yang merasa dirugikan.
Ia menyampaikan, bahwa banyak warga Banda Aceh dan Aceh Besar yang mengadukan kepadanya mengenai ketidakadilan dalam sistem pemadaman listrik tersebut.
Sofyan menjelaskan, masyarakat sebenarnya memahami kondisi bencana saat ini yang membuat sejumlah fasilitas PLN rusak, sehingga pemadaman bergilir harus dilakukan karena keterbatasan daya.
Warga juga memahami bahwa pasokan listrik Banda Aceh saat ini mengandalkan pembangkit diesel di Lueng Bata dan pembangkit Nagan secara terbatas.
Baca juga: 4 Rumah di Aceh Besar Terbakar, Damkar Kerahkan 5 unit Armada Jinakkan Api
Namun masyarakat meminta agar jadwal pemadaman tetap dibagi merata agar tidak mengganggu aktivitas mereka secara serius.
"Warga memprotes karena ada kawasan yang listriknya padam hingga tiga atau empat hari, tetapi ketika menyala hanya berlangsung beberapa jam.
Sementara di kawasan lain, listrik menyala terus hingga tiga hari dan padam hanya sebentar. Kondisi ini dinilai sangat tidak adil, " ungkap Ketua Fraksi PAN DPRK Banda Aceh.
Sofyan mengaku telah menghubungi manajemen PLN, namun penjelasan yang diterima hanya sebatas bahwa pemadaman terjadi karena keterbatasan daya listrik.
Sementara itu, Fadhil, warga Krueng Cut, mengungkapkan bahwa di kawasan tempat tinggalnya pemadaman bisa berlangsung sampai tiga malam tanpa menyala sekalipun.
"Ketika listrik hidup, durasinya hanya sebentar, paling cuma satu malam,"ujarnya.
Baca juga: Rekaman CCTV Inara Rusli–Insanul Fahmi Diperiksa Digital Forensik: Ada Dua Bukti Baru
Hal serupa disampaikan Rahmat, warga Mibo. Ia mengatakan bahwa setelah listrik padam selama tiga malam, listrik di rumahnya hanya menyala sekitar lima jam.
"Malam kemarin, Listrik hidup tengah malam, sekitar jam 1 dinihari, dan kembali padam sekitar pukul 05.00 WIB subuh," ujarnya.
Sehingga ia tidak bisa melakukan aktivitas apa pun.
Menurut Rahmat, pemadaman yang terlalu lama membuat warga kesulitan beraktivitas dan menyebabkan bahan makanan dalam kulkas membusuk.
Ia berharap pemadaman dapat dijadwalkan lebih adil, misalnya satu malam padam dan satu malam menyala, agar aktivitas warga tetap berjalan dan persediaan makanan tidak membusuk.
Ia juga menyoroti adanya kawasan yang padam hingga tiga malam berturut-turut, sementara ada kawasan lain yang tidak pernah padam selama empat hari.
Baca juga: 95 Rumah Warga Ule Jalan Masih Tertimbun Lumpur Banjir, Keuchik Minta Pemkab Bireuen Turun Tangan
Kondisi tersebut dianggap sangat tidak adil dan perlu segera dibenahi oleh PLN. (*)
Foto
Sofyan Helmi
| Rektor UIN Ar-Raniry Sebut Buku “Polda Aceh Meutuah” Bisa Jadi Referensi Bacaan Mahasiswa |
|
|---|
| Oknum Polisi Tangguhkan Terduga Khalwat di Banda Aceh, Diperiksa Propam Polda Aceh |
|
|---|
| Reformasi Birokrasi Aceh Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB |
|
|---|
| BULOG Catat Sejarah, Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 3 Juta Ton |
|
|---|
| Warga Bisa Urus Surat dari Ponsel, Gampong Mulia Terapkan Aplikasi SIPGAM dan E-Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sofyan-helmi-05122025.jpg)