Berita Bener Meriah
Sudah Sepekan Puluhan Ribu Warga Bener Meriah Terisolir Pasca Banjir Bandang dan Longsor
Lebih dari sepekan pasca banjir bandang dan longsor, 46.611 jiwa di Bener Meriah masih terisolir dengan akses jalan terputus.
Ringkasan Berita:
- Lebih dari sepekan pasca banjir bandang dan longsor, 46.611 jiwa di Bener Meriah masih terisolir dengan akses jalan terputus.
- Listrik padam, jaringan telekomunikasi lumpuh, dan warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras dan BBM.
- Pemkab bersama TNI-Polri terus menyalurkan bantuan, namun distribusi terkendala, sehingga diharapkan dukungan pusat dan provinsi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Bustami | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, telah berlangsung sekitar lebih dari sepekan.
Namun dampaknya masih sangat terasa hingga kini.
Ribuan warga di berbagai kecamatan masih terisolir, akses jalan terputus, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi lumpuh.
Kondisi ini membuat masyarakat semakin panik karena kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
Berdasarkan data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah pada Kamis (4/12/2025) pukul 22.00 WIB, tercatat 46.611 jiwa warga masih terisolir.
Baca juga: Bupati Tagore Tegaskan Akan Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Tangani Bencana di Bener Meriah
Mereka tersebar di enam kecamatan dengan jumlah desa terdampak cukup besar, yakni:
- Kecamatan Pintu Rime Gayo: 23 desa terisolir, 17.138 jiwa.
- Kecamatan Gajah Putih: 10 desa terisolir, 10.396 jiwa.
- Kecamatan Mesidah: 15 desa terisolir, 6.325 jiwa.
- Kecamatan Syiah Utama: 14 desa terisolir, 2.799 jiwa.
- Kecamatan Permata: 7 desa terisolir, 6.024 jiwa.
- Kecamatan Timang Gajah: 4 desa terisolir, 3.939 jiwa.
Baca juga: Bener Meriah Masih Terisolir, Ratusan Perantau Padati Bandara Rembele
Jumlah ini menunjukkan betapa luasnya wilayah yang terdampak, dengan ribuan keluarga masih belum bisa dijangkau secara maksimal oleh bantuan.
Listrik Padam, Telekomunikasi Lumpuh
Pantauan wartawan Serambi Indonesia, Bustami di lokasi pada Jumat (5/12/2025), menunjukkan, bahwa sebagian besar wilayah Bener Meriah masih mengalami pemadaman listrik total.
Jaringan telekomunikasi juga lumpuh, sehingga warga kesulitan berkomunikasi dengan pihak luar.
Situasi ini memperparah kondisi darurat karena informasi sulit disampaikan secara cepat.
Selain itu, warga mulai panik karena kebutuhan pokok semakin sulit didapatkan.
Beras sebagai makanan utama masyarakat sangat langka, begitu pula bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.
Banyak warga harus berjalan kaki jauh untuk mencari bahan pokok, bahkan ada yang mengangkut barang dengan tangan dari desa ke desa.
Baca juga: Mengerikan! Detik-detik Jalan Amblas Putus Total di Bener Meriah
| Wakil Ketua DPRA Tanggung Biaya Rujukan Bayi Penderita Gagal Hati asal Bener Meriah ke RSCM Jakarta |
|
|---|
| Kemenkop Bantu Alat Pertanian dan Sembako untuk Pemulihan Ekonomi di Bener Meriah |
|
|---|
| DPRK Rekom BPK Audit Anggaran Terkait Penanggulangan Bencana |
|
|---|
| Tinjau Infrastruktur Rusak di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Mendagri Pastikan Percepatan Penanganan |
|
|---|
| Mitigasi Bencana, Koramil 02/WPS Hijaukan Bantaran Sungai Redelong-Bener Meriah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sudah-sepekan-BM-tersiolir.jpg)