Berita Langsa
Alumnus Unsam dan Ovidius University Kritik Pemerintah Pascabanjir di Langsa dan Aceh Tamiang
Alumnus Unsam dan Ovidius University, Ilham Catur Fhata, mengkritik pemerintah pascabencana banjir di Langsa dan Aceh Tamiang.
Ringkasan Berita:
- Alumnus Unsam dan Ovidius University, Ilham Catur Fhata, mengkritik pemerintah pascabencana banjir di Langsa dan Aceh Tamiang.
- Ia menyoroti krisis komunikasi, transparansi distribusi bantuan, serta perlunya larangan kenaikan harga bahan pokok.
- Ilham juga mendorong penetapan status bencana nasional agar bantuan internasional bisa masuk lebih cepat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Banjir bandang yang melanda Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat.
Selain kerugian material dan trauma mendalam, bencana ini juga menimbulkan krisis komunikasi serta masalah distribusi bantuan yang memicu kritik publik terhadap pemerintah daerah.
Ilham Catur Fhata, warga perantauan asal Langsa sekaligus alumnus Universitas Samudra (Unsam) dan Ovidius University of Constata (Master Ekonomi dan Bisnis Internasional), menyampaikan kritik dan harapan masyarakat pada Jumat (5/12/2025).
Ia menyoroti sulitnya menghubungi kerabat di Aceh Tamiang akibat terputusnya jaringan komunikasi.
Serta menekankan perlunya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan di Kota Langsa. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat, terukur, dan transparan.
Ilham mendesak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memprioritaskan pemulihan akses komunikasi.
Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Kembali Menyala, Listrik Disuplai Genset Darurat PLN yang Didatangkan dari Langsa
Banyak korban banjir belum bisa dihubungi keluarga mereka, menandakan adanya krisis informasi.
Ia mengusulkan penggunaan layanan Starlink di setiap kecamatan sebagai solusi darurat, apalagi layanan tersebut dilaporkan gratis hingga akhir Desember.
Pemerintah daerah diminta segera memanfaatkan peluang ini tanpa membebani anggaran.
Selain itu, penyediaan panel surya portabel dan baterai cadangan dinilai penting untuk menopang kebutuhan listrik darurat.
Dalam aspek ekonomi, Ilham menekankan percepatan penyaluran BLT dan BLP melalui APBK, serta penerbitan surat edaran larangan kenaikan harga bahan pokok.
Ia juga menuntut tindakan tegas terhadap praktik penimbunan barang.
Baca juga: Banjir Belum Surut, Ratusan Warga Aceh Tamiang Masih Mengungsi dan Minim Bantuan
Langkah moral ini dianggap krusial untuk mencegah inflasi lokal dan menjaga stabilitas ekonomi warga terdampak.
warga perantauan
warga perantauan kritik pemerintah
Pemko Langsa
Pemkab Aceh Tamiang
Langsa
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Penyuluh Agama Kemenag Langsa, Wahyu Qadri Raih Juara 1 Nasional Lomba Kreasi Video Tepuk Sakinah |
|
|---|
| Suhu Panas di Langsa Masih 33 Derajat, Ini Prediksi Cuaca Langsa Jumat 29 Mei 2026 |
|
|---|
| Unsam Langsa Sembelih 27 Ekor Sapi Kurban di Idul Adha 1447 Hijriah, Sebar 1.727 Kupon |
|
|---|
| Unsam Langsa Sembelih 27 Sapi Kurban Idul Adha 1447 Hijriah |
|
|---|
| Mualem Kirim 2 Sapi Kurban, Dek Fan Bantu Beras ke Inong Balee di Langsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/alumnus-Unsam-kritik-penanganan-banjir.jpg)