Minggu, 31 Mei 2026

Berita Langsa

Alumnus Unsam dan Ovidius University Kritik Pemerintah Pascabanjir di Langsa dan Aceh Tamiang

Alumnus Unsam dan Ovidius University, Ilham Catur Fhata, mengkritik pemerintah pascabencana banjir di Langsa dan Aceh Tamiang.

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KRITIK PENANGANAN BANJIR - Alumnus Unsam Langsa, Ilham Catur Fatha mengkritik penanganan banjir di Kota Langsa dan Aceh Tamiang. 

Ringkasan Berita:
  • Alumnus Unsam dan Ovidius University, Ilham Catur Fhata, mengkritik pemerintah pascabencana banjir di Langsa dan Aceh Tamiang. 
  • Ia menyoroti krisis komunikasi, transparansi distribusi bantuan, serta perlunya larangan kenaikan harga bahan pokok. 
  • Ilham juga mendorong penetapan status bencana nasional agar bantuan internasional bisa masuk lebih cepat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Banjir bandang yang melanda Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan dampak besar bagi masyarakat.

Selain kerugian material dan trauma mendalam, bencana ini juga menimbulkan krisis komunikasi serta masalah distribusi bantuan yang memicu kritik publik terhadap pemerintah daerah.

Ilham Catur Fhata, warga perantauan asal Langsa sekaligus alumnus Universitas Samudra (Unsam) dan Ovidius University of Constata (Master Ekonomi dan Bisnis Internasional), menyampaikan kritik dan harapan masyarakat pada Jumat (5/12/2025).

Ia menyoroti sulitnya menghubungi kerabat di Aceh Tamiang akibat terputusnya jaringan komunikasi.

Serta menekankan perlunya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan di Kota Langsa. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat, terukur, dan transparan.

Ilham mendesak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang memprioritaskan pemulihan akses komunikasi.

Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Kembali Menyala, Listrik Disuplai Genset Darurat PLN yang Didatangkan dari Langsa

Banyak korban banjir belum bisa dihubungi keluarga mereka, menandakan adanya krisis informasi.

Ia mengusulkan penggunaan layanan Starlink di setiap kecamatan sebagai solusi darurat, apalagi layanan tersebut dilaporkan gratis hingga akhir Desember.

Pemerintah daerah diminta segera memanfaatkan peluang ini tanpa membebani anggaran.

Selain itu, penyediaan panel surya portabel dan baterai cadangan dinilai penting untuk menopang kebutuhan listrik darurat.

Dalam aspek ekonomi, Ilham menekankan percepatan penyaluran BLT dan BLP melalui APBK, serta penerbitan surat edaran larangan kenaikan harga bahan pokok.

Ia juga menuntut tindakan tegas terhadap praktik penimbunan barang.

Baca juga: Banjir Belum Surut, Ratusan Warga Aceh Tamiang Masih Mengungsi dan Minim Bantuan

Langkah moral ini dianggap krusial untuk mencegah inflasi lokal dan menjaga stabilitas ekonomi warga terdampak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved