Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Darwati A Gani Datangi Satu per Satu Kepala Daerah, Minta Segera Tebus Beras CPP untuk Korban Banjir

Anggota DPD RI Darwati A Gani mendatangi kepala daerah di Bireuen, Lhokseumawe, Pidie Jaya, dan Pidie.

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DARWATI JUMPAI SARJANI - Senator Aceh, Darwati A Gani didampingi Yuni Saputri, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Pangan Aceh, bertemu dengan Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, Jumat (5/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Anggota DPD RI Darwati A Gani mendatangi kepala daerah di Bireuen, Lhokseumawe, Pidie Jaya, dan Pidie. 
  • Ia mendesak agar segera menebus beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke Bulog untuk korban banjir.
  • Darwati menegaskan stok beras cukup, tinggal distribusi agar masyarakat tidak kelaparan di masa tanggap darurat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPD RI, Darwati A Gani secara maraton dalam dua hari terakhir, Kamis dan Jumat (4-5/12/2025), mendatangi empat daerah yang diterjang banjir bandang. 

Yaitu Kabupaten Bireuen, Lhokseumawe, Pidie Jaya, dan Pidie.

Sembari meninjau warga terdampak bencana dan menyalurkan bantuan kemanusiaan, Darwati bersama Yuni Saputri, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Pangan Aceh, juga menjumpai kepala daerah yang dikunjungi. 

Mereka adalah Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, Wakil Bupati Bireuen, Razuardi Ibrahim, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan terakhir Bupati Pidie, Sarjani Abdullah.

Darwati dan Yuni mendesak masing-masing kepala daerah yang terdampak bencana untuk segera menebus beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Aceh dan CPP Bencana Alam (Bencal) Badan Pangan Nasional (Bapanas) ke Bulog agar bisa disalurkan ke masyarakat yang saat ini kekurangan pasokan makanan.

Dari data Dinas Pangan Aceh yang diterima Serambinews.com, Jumat (5/12/2025) menyebutkan, 18 kabupaten/kota yang dilanda banjir dan tanah longsor memiliki stok beras CPP Aceh dengan jumlah bervariasi. 

Baca juga: Jalan Kaki, Darwati A Gani Tinjau Sekolah yang Terdampak Banjir di Lhokseumawe

Jika ditotalkan mencapai 145 ton. 

Dari total itu, jumlah yang sudah disalurkan mencapai 141.600 kg atau 141 ton lebih. Sedangkan sisanya tinggal 3.400 kg atau 3,4 ton, milik Pemerintah Aceh Selatan yang belum habis ditebus dari kuota 10 ton.

Sedang total stok CPP Bencal Bapanas untuk 18 kabupaten/kota mencapai 3.008.193 kg atau 3.008 ton lebih. 

Yang sudah disalurkan 819.188 atau 819 ton lebih. Sisanya 2.189.005 kg atau 2.189 ton lebih. 

Dari semua daerah tersebut, Pemkab Aceh Selatan memecahkan rekor sebagai penyalur tercepat beras CPP Bencal Bapanas dengan jumlah 12.212 kg. Sedangkan lainnya dalam proses. 

Yuni menekankan, pentingnya peran kepala daerah dalam mendistribusikan beras CPP untuk korban bencana selama masa tanggap darurat. 

Baca juga: Beras Mahal dan Langka di Aceh, Anggota DPD Darwati A Gani Turun ke Pasar

Sebab, masa tebus beras CPP ke Bulog memiliki batasan waktu sampai 11 Desember 2025.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh tentang penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. 

“Jika lebih dari tanggal 11 Desember, mereka (pemerintah) harus buat surat tanggap darurat baru. Itu rekomendasi BPK. Jadi pemerintah tinggal kasih surat lag-log ke Bulog untuk tebus dan itu gratis,” ujar Yuni.  

Senator Aceh, Darwati A Gani menambahkan, saat ini yang dibutuhkan pengungsi adalah makanan. 

Meskipun bantuan yang terkumpul sudah banyak, namun terkendala dalam pendistribusian. 

Karena itu, keberadaan beras CPP akan sangat membantu korban bencana agar tidak lapar. 

Baca juga: Bantu Korban Banjir, Kapolri Lepas 45 Brigade Tanggap Darurat KSPSI ke Lokasi Bencana Sumatera

"Stok beras kita banyak, hanya tebus saja, selesai. Langsung bisa disalurkan ke warga,” terang dia. 

“Mudah-mudahan, selama masa tanggap darurat ini tidak ada masyarakat yang lapar karena tidak ada makanan," kata Darwati. 

"Kalau tidak sanggup distribusi, biar saya yang salurkan ke masyarakat. Jangan sampai kita menghadapi bencana kedua, orang yang selamat dari banjir bandang tapi meninggal karena tidak ada makanan pada masa tanggap darurat," tegasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved