Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Barat

BBM Langka di Meulaboh Aceh Barat, Di SPBU Antre Kendaraan dan Jerigen

Warga tampak berbondong-bondong datang ke SPBU untuk mengisi BBM demi kebutuhan kendaraan maupun menghidupkan genset saat listrik padam baik

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
angkapan Layar YouTube ABC News
ANTRE BBM - Warga mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Manekroo Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Sabtu (6/12/2025). 

Warga tampak berbondong-bondong datang ke SPBU untuk mengisi BBM demi kebutuhan kendaraan maupun menghidupkan genset saat listrik padam baik di tempat usaha dan rumah.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kepanikan mulai terasa di kalangan warga Meulaboh setelah beredar informasi bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU mulai menipis.

Situasi ini picu antrean kendaraan yang mengular panjang sejak Sabtu (6/12/2025), bahkan menyebabkan kemacetan parah di berbagai titik.

Warga tampak berbondong-bondong datang ke SPBU untuk mengisi BBM demi kebutuhan kendaraan maupun menghidupkan genset saat listrik padam baik di tempat usaha dan rumah.

Salah satu lokasi paling terdampak terlihat di SPBU Jalan Manekroo, dan SPBU Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Antrean kendaraan memanjang hingga ke persimpangan Lampu Merah di depan rumah sakit.

Sejak pagi buta hingga sore hari, kendaraan roda dua dan roda empat berjejer dalam dua lapis, sementara warga yang membawa jerigen berdiri berderet di tepi jalan dengan sabar menunggu giliran.

Baca juga: 10 Mahasiswa KKN Terjebak di Samarkilang Bener Meriah, Akhirnya Dievakuasi BNPB dengan Helikopter

Tidak sedikit warga yang membawa beberapa jerigen sekaligus. Tiap jerigen hanya dapat diisi terbatas, dan untuk menghindari saling serobot, jerigen-jerigen itu diikat pada seutas tali panjang.

Sistem “tali antrean” ini menjadi pemandangan unik di tengah kepanikan warga yang takut kehabisan stok BBM.

“Sejak listrik sering tidak stabil, kami dari Satlantas bekerja keras mengatur arus lalu lintas, terutama pada jam-jam padat.

Ditambah lagi antrean BBM di SPBU membuat situasi semakin rumit,” ujar Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan melalui Kasat Lantas Iptu Yusrizal kepada Serambinews.com, Sabtu (6/12/2025).

Ia mengungkapkan, hampir semua SPBU di Meulaboh mengalami antrean serupa.

Arus lalu lintas tersendat karena warga berdesakan mengisi BBM untuk kendaraan, sementara yang lain membawa jerigen untuk kebutuhan genset akibat pemadaman listrik yang kerap terjadi pada malam hari.

Baca juga: Pelayanan Lumpuh Total, RSUD SAAS Aceh Timur Alihkan Operasional ke Zubir Mahmud

“Kita butuh BBM untuk menghidupkan genset, sehingga harus bawa jerigen. Kalau lampu mati, usaha saya tidak jalan,” kata Rahmat Putra, seorang pedagang di Meulaboh yang rela antre berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Pantauan Serambinews.com di lokasi, badan Jalan Manekroo Meulaboh dipenuhi kendaraan yang mengantre hingga beberapa ratus meter. 

Warga yang membawa jerigen berdiri dalam barisan panjang, sebagian duduk di trotoar sambil menunggu giliran.

Beberapa pengendara bahkan terlihat kesal karena antrean panjang membuat mereka terjebak berjam-jam di jalan.

Situasi ini tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kemacetan berkepanjangan hingga ke ruas-ruas jalan utama di pusat kota.

Para petugas Satlantas terlihat kewalahan mengatur arus kendaraan yang tersendat akibat tumpukan antrean di depan SPBU.

Baca juga: Pesawat Hercules C-130J A-1340 TNI AU Angkut 9,4 Ton Bantuan untuk Daerah Terisolir di Aceh Tengah

Hingga sore hari, antrean masih belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Warga berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas mereka tidak terus terganggu.

Namun hingga kini, pihak terkait belum memberikan informasi resmi mengenai kapan pasokan BBM akan stabil kembali.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan energi, terutama listrik dan BBM, sangat vital bagi roda perekonomian masyarakat Meulaboh.

Dalam situasi seperti ini, warga hanya bisa berharap agar suplai BBM segera pulih dan pemadaman listrik tidak semakin memburuk. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved