Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Barat

Anak-anak Canggai Terpaksa Belajar di Aula Pustu, Jembatan Rusak Lumpuhkan Akses Pendidikan

Semangat belajar anak-anak di Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, patut diapresiasi.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Siswa-siswi Gampong Canggai mengikuti proses belajar mengajar di aula Pustu Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Rabu (22/4/2026). Kegiatan belajar ini dilakukan sebagai solusi sementara akibat rusaknya jembatan gantung penghubung Canggai–Jambak yang putus akibat banjir bandang, sehingga akses menuju sekolah terputus 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Semangat belajar anak-anak di Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, patut diapresiasi. 

Di tengah keterbatasan akibat rusaknya jembatan gantung penghubung Canggai–Jambak, mereka tetap mengikuti proses belajar mengajar meski harus dilakukan di aula Pustu desa setempat.

Sejak jembatan utama yang biasa digunakan warga putus total akibat banjir bandang pada 26 November 2005, akses menuju sekolah menjadi lumpuh. 

Akibatnya, para siswa tidak lagi bisa menyeberangi sungai untuk bersekolah seperti biasa.

Sebagai solusi darurat, kegiatan belajar kini dipusatkan di aula Pustu Gampong Canggai. 

Baca juga: Aceh Barat Susun Program 2027, Prioritas Pembangunan Berbasis Kebutuhan Rakyat

Para guru secara bergantian datang ke desa tersebut untuk mengajar, memastikan para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan meski dalam kondisi serba terbatas.

Keuchik Gampong Canggai, Teuku Sulaiman, Rabu (22/4/2026), mengatakan bahwa jembatan gantung tersebut selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, termasuk bagi anak-anak yang bersekolah.

“Jembatan itu sangat vital. Tidak hanya untuk aktivitas warga sehari-hari, tapi juga menjadi akses utama anak-anak menuju sekolah. Sekarang kondisinya rusak total dan tidak bisa digunakan sama sekali,” ujarnya.

Menurutnya, alternatif jalur darat yang tersedia pun cukup memberatkan. 

Jika melalui jalur Ke tambang menuju SD Jambak, perjalanan bisa memakan waktu lebih dari satu jam menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Jembatan Gantung Jambak-Canggai Aceh Barat Hancur, Aktivitas Pendidikan dan Ekonomi Warga Tersendat

 Sementara jika melalui jalur Lango, waktu tempuh bahkan bisa mencapai dua jam lebih.

Kondisi ini dinilai tidak memungkinkan bagi anak-anak usia sekolah dasar untuk menempuh perjalanan sejauh itu setiap hari. 

Karena itu, inisiatif menghadirkan kegiatan belajar di desa menjadi langkah terbaik sementara waktu.

Harapan warga

Meski begitu, warga tetap berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved