Banjir Landa Aceh
Jalan KKA Terancam Gagal Diterobos, Buntut Minyak Solar Habis di Bener Meriah
penerobosan jalan via jalur KKA Bener Meriah-Aceh Utara yang saat ini sedang dikerjakan terancam dihentikan
Ringkasan Berita:
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Bustami I Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Harapan warga Bener Meriah demi bisa bebas dari keterisoliran terancam pupus.
Hal ini lantaran penerobosan jalan via jalur KKA Bener Meriah-Aceh Utara yang saat ini sedang dikerjakan terancam dihentikan.
Baca juga: Pengirim Bantuan ke Bener Meriah Disarankan Beri Label "BM", Ini Tujuannya.
Pasalnya, pasokan BBM khususnya solar habis di Bener Meriah. Alhasil, alat berat yang digunakan untuk membersihkan jalan itu terancama tidak bisa beroperasi.
Baca juga: Update Terbaru Bencana di Bener Meriah, 329 Rumah Rusak & Ribuan Warga di 72 Kampung Masih Terisolir
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi melalui siaran persenya, Sabtu (6/12/2025) malam.
Menurut Ilham, proses evakuasi dan penerobosan jalan KKA yang beberapa hari terakhir putus total dan tertimbun longsor kini terpaksa dihentikan pada Senin 8 Desember 2025 mendatang.
Hal ini menyusul lantaran tidak ada lagi pasokan BBM jenis solar atau dexlite untuk alat berat yang digunakan untuk proses evakuasi dan penerobosan jalan tersebut.
Baca juga: BREAKING NEWS - Kritis, 10 Mahasiswa KKN Terjebak di Samarkilang Bener Meriah, BNPB Kirim Helikopter
"Bener Meriah masih terisolir, jika sampai senin, pasokan BBM belum masuk maka Senin ini terpaksa tidak ada aktivitas penerobosan jalan dan evakuasi, tentu juga logistik tidak bisa disalurkan," ucapnya.
Ilham mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak namun sampai dengan saat ini juga pasokan BBM belum juga dikirim untuk Bener Meriah.
Sementara 46.611 ribu masyarakat masih terisolir yang mengakibatkan pasokan logistik hanya bisa disampaikan dengan jalan kaki karena alat berat belum dapat bekerja secara maksimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan masyarakat mondar-mandir memangku bahan pokok dengan berjalan kaki di sepanjang jalan KKA tersebut.
Ada yang dari Bener Meriah, ada pula masyarakat Bener Meriah rela berjalan kali berjam-jam menuju kota Lhokseumawe demi bisa mendapatkan bahan makanan.
Keputusan nekat ini tak hanya didorong karena akan kebutuhan pokok.
Tapi bagi warga dari luar Bener Meriah, rasa rindu dan kekhawatiran yang mendalam terhadap kondisi keluarga mereka di wilayah Gayo yang terisolasi total pascabencana.
Baca juga: Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/JALAN-KKA-BENER-MERIAH.jpg)