Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tegaskan Tindak Pelaku Penimbunan LPG dan BBM

Apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Minggu (7/12/2025) itu dipimpin Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MP, dan diikuti personel

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Sadul Bahri
KONFERENSI PERS - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP didampingi Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan dan Wakil Bupati Said Fadheil dan sejumlah pejabat lainnya memberikan keterangan kepada wartawan soal BBM dan LPG usai apel, Minggu (7/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Barat menggelar apel kesiapsiagaan pascabencana untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap stabil, setelah banjir kembali merendam sejumlah titik. Distribusi logistik dipimpin Bupati Tarmizi.
  • Kelangkaan LPG dipicu akses jalan terputus, namun pasokan mulai normal dengan 5.600 tabung masuk. Antrean BBM masih terjadi akibat listrik tidak stabil, kerusakan genset SPBU, serta kepanikan warga.
  • Pemkab dan kepolisian akan melakukan razia terhadap oknum penimbun dan penjual ilegal BBM–LPG.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar apel kesiapsiagaan untuk memastikan stabilitas pasokan BBM dan LPG setelah ditetapkannya status darurat bencana banjir.

Apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Minggu (7/12/2025) itu dipimpin Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MP, dan diikuti personel TNI-Polri, Dishub, serta Satpol PP-WH.

Dalam amanatnya, Bupati Tarmizi menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah bergerak cepat menangani dampak lanjutan banjir yang masih terjadi di sejumlah kecamatan.

“Air sungai kembali meluap hingga sepinggang di beberapa titik. Tim BPBD sudah berada di lokasi untuk persiapan evakuasi.

Distribusi logistik akan dimulai setelah shalat Ashar dan akan saya pimpin langsung,” ujarnya yang ikut didampingi Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan dan Wakil Bupati Said Fadheil, Kasdim dan Sekda.

Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa kelangkaan gas LPG yang sempat terjadi disebabkan terputusnya akses jalan dari arah Lhokseumawe serta terkendalanya distribusi dari Pangkalan Susu, Sumatera Utara.

Namun kondisi tersebut kini berangsur membaik.

Baca juga: Relawan Aceh Synergy Salurkan Bantuan Hasil Donasi Masyarakat untuk Korban Banjir di Aceh Utara

“Hari ini 560 tabung akan didistribusikan dari total 5.600 tabung yang sudah masuk ke Aceh Barat dan kita lepas secara simbolis. Sebagian lainnya sedang dalam perjalanan menuju Meulaboh,” kata Tarmizi.

Dikatakannya, bahwa meski pasokan BBM dinyatakan normal, antrean panjang di SPBU masih terjadi.

Kondisi ini dipicu listrik yang belum stabil sehingga SPBU hanya beroperasi saat aliran listrik menyala, ditambah kerusakan genset di dua SPBU di Meulaboh. 

Selain itu, pembeli panik, banyaknya penggunaan genset oleh warga dan tempat usaha, serta beredarnya hoax terkait kelangkaan turut memperparah situasi.

Tarmizi juga menyoroti munculnya pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan dengan menjual BBM secara ilegal.

“Ada pihak yang bahkan sebelumnya tidak menjual BBM, kini tiba-tiba menjual. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Unimal Terdampak Bencana Banjir Terima Bantuan

Menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh, Pemkab Aceh Barat bersama kepolisian akan melaksanakan razia besar-besaran terhadap pengecer yang memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan.

“Jika ada oknum yang menimbun LPG dan BBM saat masyarakat sedang kesulitan, mereka akan ditangkap dan diproses hukum,” tegas Bupati Tarmizi.

Penanganan Pasca Banjir Terus Berjalan

Menurut Bupati, kondisi Aceh Barat saat ini secara umum terkendali. Warga yang rumahnya terendam banjir sebagian besar telah mengungsi ke rumah keluarga.

Bantuan logistik juga terus disalurkan ke kecamatan, meski masih ada satu desa yang terisolir, yakni Desa Sikundo.

Sementara itu, penanganan pascabanjir kini difokuskan pada pembersihan lumpur di permukiman dan fasilitas umum, kerja bakti relawan dan BPBD untuk pembersihan masjid, sekolah, serta pesantren, serta penataan lahan pertanian dan persiapan bibit agar masyarakat dapat segera kembali menanam. (*)

Baca juga: Korban Banjir Bandang Aceh Timur Masih Bertahan di Tenda Pengungsian, Begini Kondisi Mereka Kini

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved