Banjir Landa Aceh
BNPB Sebut Pemulihan Pasca Banjir di Aceh Butuh Anggaran Rp25,41 Triliun
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh mencapai...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- BNPB memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh mencapai Rp25,41 triliun, berdasarkan laporan yang disampaikan Kepala BNPB Suharyanto kepada Presiden Prabowo.
- Sebanyak 37.546 rumah warga dilaporkan rusak, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat, termasuk bangunan yang hilang tersapu banjir.
- Banjir juga merusak jembatan, jalan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, layanan kesehatan, hingga sektor pertanian, dan data kerusakan masih terus diperbarui.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan kebutuhan anggaran pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh mencapai Rp25,41 triliun.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam laporannya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam rapat kabinet terbatas terkait penanggulangan bencana alam di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Rapat tersebut berlangsung di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, di ruang rapat Lanud SIM, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
Dalam rapat itu, Suharyanto menyebut sebanyak 37.546 unit rumah warga rusak, mulai dari kategori rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Kerusakan berat termasuk bangunan yang hilang tersapu banjir. Ia menegaskan penentuan kategori kerusakan dilakukan berdasarkan kriteria khusus.
“Per hari ini pak presiden rumah masyarakat yang rusak mencapai 37.546, baik yang rusak berat. Rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir, rusak sedang dan rusak ringan. Untuk menentukan rusak sedang dan ringan itu ada kriterianya,” katanya.
Baca juga: Presiden Prabowo Harap Sekolah Rakyat Terintegrasi di Bireuen Terus Berkembang
Selain permukiman, kata dia, banjir juga merusak jembatan, jalan, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, pesantren, rumah sakit, puskesmas, hingga sektor pertanian seperti lahan, ternak, sawah, kebun, tambak, serta sejumlah perkantoran.
Suharyanto menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan terus diperbarui melalui koordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan lembaga terkait.
“Tadi dari kementerian PU, khusus untuk Aceh saja pemulihan sampai dengan saat ini seperti semula membutuhkan anggaran sekitar Rp25,41 triliun,” ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-warga-di-Gampong-Blang-Awe-Kecamatan-Meureudu-rusak-parah.jpg)