Rabu, 17 Juni 2026

Bantuan Kemanusiaan

PEMA dan ORMAWA UNADA Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Nagan Raya

Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh menyalurkan

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
SERAHKAN BANTUAN - Para mahasiswa UNADA Banda Aceh bersama pemuda gampong menyerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Sabtu (6/12/2025). Bantuan mencakup kebutuhan pokok seperti mie instan, pakaian, dan perlengkapan sehari-hari. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (6/12/2025).

Dipimpin Presiden Mahasiswa UNADA, Ali Hasyimi, bersama Koordinator Lapangan Zulfadli, tim relawan turun langsung untuk memastikan bantuan mencapai warga yang terisolasi akibat bencana Banjir.

Mereka menyusuri jalur sungai satu-satunya akses menuju pemukiman untuk menembus lokasi terdampak.

Sesampainya di lapangan, kondisi yang dijumpai cukup mengkhawatirkan.

Rumah-rumah tertutup lumpur, anak-anak tampak kelelahan, sementara para lansia menunggu bantuan dalam keadaan lemah.

Warga Gampong Kuta Tengoh dan Merande Suak menjadi dua titik yang mengalami dampak paling serius.

Bantuan diserahkan langsung kepada pemuda gampong sebagai perwakilan warga.

Paket bantuan yang dibawa meliputi pakaian layak pakai, beras, air minum, minyak goreng, mie instan, perlengkapan bayi, serta obat-obatan dasar.

Namun proses penyaluran tidak berjalan mulus.

Minimnya ketersediaan boat dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membuat distribusi sempat tertunda cukup lama, meski warga sangat bergantung pada jalur sungai sebagai akses utama.

Ali Hasyimi menilai keterlambatan itu berisiko besar terhadap kondisi warga yang sedang bertahan

“Ini bukan soal teknis. Setiap menit berarti perut yang lapar, bayi yang kedinginan, dan lansia yang menunggu air bersih untuk bertahan,” ujarnya.

Zulfadli yang memimpin distribusi hingga titik bencana menambahkan bahwa medan di lapangan sangat berat, terutama karena arus sungai deras, cuaca tidak menentu, dan minimnya fasilitas pendukung.

“Kami tidak hanya membawa bantuan, tetapi memastikan masyarakat tidak merasa sendirian,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
Live
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved