Selasa, 26 Mei 2026

Berita Bireuen

Warga Pasok Telur dari Medan Secara Estafet via Jembatan Pante Lhong Bireuen

Seorang warga Cot Bada Barat nekat memasok telur dari Medan ke Bireuen lewat jalur ekstrem karena Jembatan Pante Lhong putus dihantam banjir.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
ANGKUT TELUR - Seorang warga sedang mengangkut telur melalui bantaran Sungai Pante Lhong, Peusangan Bireuen, Sabtu (6/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga Cot Bada Barat nekat memasok telur dari Medan ke Bireuen lewat jalur ekstrem karena Jembatan Pante Lhong putus dihantam banjir. 
  • Distribusi dilakukan secara estafet: telur diturunkan dari truk, dijinjing ke sungai, diangkut boat, lalu dipindahkan ke truk lain sebelum sampai ke Bireuen
  • Harga telur naik dari Rp 600.000 menjadi Rp 750.000 per ikatan akibat biaya operasional, sementara warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan jembatan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Upaya menjaga ketersediaan telur di Kabupaten Bireuen terus dilakukan warga setempat. 

Pada Sabtu (6/12/2025), seorang warga Cot Bada Barat, Kecamatan Peusangan, nekat memasok telur dari Medan, Sumatera Utara, meski harus melewati jalur ekstrem akibat Jembatan Pante Lhong yang putus dihantam banjir.

Pantauan wartawan Serambinews.com Yusmandin Idris, proses distribusi telur berlangsung penuh tantangan. 

Telur yang diangkut menggunakan truk Colt Diesel terlebih dahulu diturunkan di Desa Kubu, Peusangan Siblah Krueng. 

Dari titik itu, warga secara estafet menjinjing telur menuju sungai, lalu menaikkannya ke atas boat.

Boat kemudian bergerak menuju Blang Panjoe, Peusangan. 

Baca juga: Telur Kembali Banjiri Pasar Lambaro dan Al Mahirah, 1.269 Ikat Dipasok dari Medan

Setibanya di lokasi, telur kembali diturunkan dan diangkut oleh beberapa orang untuk dibawa ke truk lain yang sudah siaga. 

Dari sana, barulah telur bisa didistribusikan ke Peusangan maupun Bireuen.

Para pekerja harus ekstra hati-hati saat melintas di sekitar Jembatan Pante Lhong

Kondisi jalan berlumpur dan terjal membuat perjalanan penuh risiko. 

Jembatan tersebut sebelumnya ambruk akibat banjir besar, sehingga akses utama terputus.

Di lokasi yang sama, sejumlah relawan juga terlihat membawa bantuan beras untuk warga Peusangan Siblah Krueng. 

Baca juga: 426 Ikat Telur dari Medan Tiba di Pasar Lambaro, Besok Masuk 876 Ikat Lagi, Dipasok via Barsela

Mereka menunggu transportasi penyeberangan dengan boat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved