Berita Bireuen
Warga Pasok Telur dari Medan Secara Estafet via Jembatan Pante Lhong Bireuen
Seorang warga Cot Bada Barat nekat memasok telur dari Medan ke Bireuen lewat jalur ekstrem karena Jembatan Pante Lhong putus dihantam banjir.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
“Ini beras bantuan untuk warga Peusangan Siblah Krueng dan sedang menunggu jemputan,” ujar seorang relawan.
Rizal, warga yang menjadi pemasok telur menjelaskan, bahwa mereka berangkat dari Bireuen dua hari sebelumnya untuk membeli telur di Medan.
Satu ikatan berisi 10 krat telur dibeli dengan harga Rp 600.000.
Namun setelah melalui perjalanan panjang, biaya operasional, serta ongkos penyeberangan, harga di Bireuen diperkirakan mencapai Rp 750.000 per ikatan.
Menurut Rizal, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga telur di Bireuen.
Baca juga: Di Kutablang, Nasi Perang Telur Dibelah Empat, Laporan Perjalanan Pascabanjir dari Banda Aceh
Beberapa hari sebelumnya, harga telur sempat menembus lebih dari Rp 100.000 per krat, bahkan stoknya sulit ditemukan di pasaran.
Upaya pasokan telur dari Medan ini menjadi salah satu solusi sementara bagi masyarakat Bireuen yang tengah menghadapi kelangkaan kebutuhan pokok.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan jembatan yang rusak agar distribusi bahan pangan bisa kembali normal tanpa harus melalui jalur ekstrem dan berisiko.(*)
| Camat Peusangan Lantik Tuha Peut Mukim, Ini Susunan Pengurus Baru |
|
|---|
| MTQ Kecamatan Bireuen Dijadwalkan Akhir Juni, Jadi Ajang Seleksi ke Provinsi |
|
|---|
| Honorarium Imum Syiek, Bilal, dan Muazzin di Bireuen Naik Drastis pada 2026, Segini Besarannya |
|
|---|
| Dorong Kemandirian, ABDIKAMI Gelar PKM Nasional 2026 untuk Ibu Rumah Tangga di Medan |
|
|---|
| 30 Mahasiswa Teknik Sipil Umuslim Kuliah Rekayasa Hidrologi di BMKG Malikussaleh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasok-telur-via-jembatan-pante-lhong.jpg)