Rabu, 22 April 2026

Banjir Landa Aceh

Banjir Terjang Bireuen, 28 Jembatan Putus dan 2.000  Unit Rumah Hilang & Rusak, 26 Meninggal Dunia

"Berbagai hal sudah saya sampaikan kepada Pak Presiden dan juga didengar para menteri dan berbagai pihak lainnya," ujarnya. 

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Yusmandin Idris
Perbaikan - Jembatan Teupin Mane, Juli Bireuen dalam proses penyambungan jembatan baili dengan jembatan rangka baja sisa dari terjangan banjir bandang. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Bireuen hingga Minggu, 7 Desember 2025 menyebabkan 28 jembatan putus, mengganggu akses masyarakat.
  • Rinciannya: 8 jembatan rangka baja, 4 jembatan kayu, dan 16 jembatan beton dari Samalanga hingga Gandapura.
  • Dampak lain: 2.000 rumah hilang/rusak berat, 3.000 rumah rusak ringan/terendam lumpur, 9 bendungan irigasi hancur, ratusan sekolah rusak, 26 orang meninggal, 6 hilang, 55.440 jiwa masih mengungsi.
  • Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyatakan daerah tidak mampu menangani sendiri.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.CO, BIREUEN - Data sementara hingga Minggu (7/12/2025), dampak banjir bandang Bireuen sebanyak 28 jembatan putus, akses masyarakat terganggu.

Adapun 28 jembatan yang putus  yaitu 8 unit jembatan rangka baja, 4 unit jembatan dan 16 unit jembatan beton berbagai ukuran mulai dari Samalanga hingga Gandapura.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen H Mukhlis ST kepada Serambinews.com, Minggu (7/12/2025) usai melaporkan berbagai dampak kerusakan banjir bandang di Bireuen.

Selain itu ada sekitar 2.000 unit rumah hilang dan rusak berat, 3.000 unit lainnya rusak ringan serta terendam lumpur. 

Selain itu katanya, banyak ruas jalan juga rusak digerus banjir maupun patah, 9 bendungan irigasi juga
hancur, ada ratusan  sekolah berbagai jenjang pendidikan juga rusak dan sedang dilakukan pendataan. 

Dalam musibah banjir juga ada 26 orang meninggal dunia serta 6 lainnya hilang.

Jumlah korban  banjir yang terpaksa pengungsi hingga saat ini masih ada 55.440 jiwa tersebar di berbagai kecamatan. 

H Mukhlis menambahkan, kondisi Bireuen yang porak-poranda tentunya tidak mampu menangani sendiri dan sangat mengharapkan bantuan pemerintah pusat. 

"Berbagai hal sudah saya sampaikan kepada Pak Presiden dan juga didengar para menteri dan berbagai pihak lainnya," ujarnya. 

Baca juga: IAIN Langsa Gelar Aksi Bantu Bersihkan Lumpur di RSUD Langsa Pascabanjir

Dampak putusnya jembatan sangat terasa, jalur tranportasi putus total, dua jembatan sedang diupayakan menjadi jalur alternatif yaitu di jembatan rangka baja Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan sejak beberapa waktu lalu sedang dilakukan pemasangan dan penyambungan jembatan baili ke jembatan tersebut.

Diperkirakan pekerjaan selesai beberapa hari ke depan.

Selain itu, di jembatan Teupin Mane Juli Bireuen jalur Bireuen Takengon juga sedang dilakukan penyambungan jembatan baili ke jembatan rangka baja yang tersisa.

Pekerjaan dikebut siang malam dan pada Minggu (7/12/2025) ditinjau Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri, Gubernur Aceh dan lainnya.

Jembatan tersebut diharapkan segera selesai, PPK 3.6 Provinsi Aceh, Feby Lesmana yang didampingi Satker
PJN  3 Ajis.

Penyambungan jembatan baili pada jembatan tersebut dilaksanakan BPJN Aceh bersama Satker termasuk PT Takabeya, PP dan lainnya diperkirakan selesai dalam tiga hari ke depan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved