Banjir Landa Aceh
Banjir Terjang Bireuen, 28 Jembatan Putus dan 2.000 Unit Rumah Hilang & Rusak, 26 Meninggal Dunia
"Berbagai hal sudah saya sampaikan kepada Pak Presiden dan juga didengar para menteri dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang di Bireuen hingga Minggu, 7 Desember 2025 menyebabkan 28 jembatan putus, mengganggu akses masyarakat.
- Rinciannya: 8 jembatan rangka baja, 4 jembatan kayu, dan 16 jembatan beton dari Samalanga hingga Gandapura.
- Dampak lain: 2.000 rumah hilang/rusak berat, 3.000 rumah rusak ringan/terendam lumpur, 9 bendungan irigasi hancur, ratusan sekolah rusak, 26 orang meninggal, 6 hilang, 55.440 jiwa masih mengungsi.
- Bupati Bireuen H Mukhlis ST menyatakan daerah tidak mampu menangani sendiri.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.CO, BIREUEN - Data sementara hingga Minggu (7/12/2025), dampak banjir bandang Bireuen sebanyak 28 jembatan putus, akses masyarakat terganggu.
Adapun 28 jembatan yang putus yaitu 8 unit jembatan rangka baja, 4 unit jembatan dan 16 unit jembatan beton berbagai ukuran mulai dari Samalanga hingga Gandapura.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen H Mukhlis ST kepada Serambinews.com, Minggu (7/12/2025) usai melaporkan berbagai dampak kerusakan banjir bandang di Bireuen.
Selain itu ada sekitar 2.000 unit rumah hilang dan rusak berat, 3.000 unit lainnya rusak ringan serta terendam lumpur.
Selain itu katanya, banyak ruas jalan juga rusak digerus banjir maupun patah, 9 bendungan irigasi juga
hancur, ada ratusan sekolah berbagai jenjang pendidikan juga rusak dan sedang dilakukan pendataan.
Dalam musibah banjir juga ada 26 orang meninggal dunia serta 6 lainnya hilang.
Jumlah korban banjir yang terpaksa pengungsi hingga saat ini masih ada 55.440 jiwa tersebar di berbagai kecamatan.
H Mukhlis menambahkan, kondisi Bireuen yang porak-poranda tentunya tidak mampu menangani sendiri dan sangat mengharapkan bantuan pemerintah pusat.
"Berbagai hal sudah saya sampaikan kepada Pak Presiden dan juga didengar para menteri dan berbagai pihak lainnya," ujarnya.
Baca juga: IAIN Langsa Gelar Aksi Bantu Bersihkan Lumpur di RSUD Langsa Pascabanjir
Dampak putusnya jembatan sangat terasa, jalur tranportasi putus total, dua jembatan sedang diupayakan menjadi jalur alternatif yaitu di jembatan rangka baja Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan sejak beberapa waktu lalu sedang dilakukan pemasangan dan penyambungan jembatan baili ke jembatan tersebut.
Diperkirakan pekerjaan selesai beberapa hari ke depan.
Selain itu, di jembatan Teupin Mane Juli Bireuen jalur Bireuen Takengon juga sedang dilakukan penyambungan jembatan baili ke jembatan rangka baja yang tersisa.
Pekerjaan dikebut siang malam dan pada Minggu (7/12/2025) ditinjau Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri, Gubernur Aceh dan lainnya.
Jembatan tersebut diharapkan segera selesai, PPK 3.6 Provinsi Aceh, Feby Lesmana yang didampingi Satker
PJN 3 Ajis.
Penyambungan jembatan baili pada jembatan tersebut dilaksanakan BPJN Aceh bersama Satker termasuk PT Takabeya, PP dan lainnya diperkirakan selesai dalam tiga hari ke depan. (*)
| Bupati Aceh Timur Ultimatum Vendor Huntara, Minta Tunjukkan Bukti Pembangunan |
|
|---|
| Polres Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korbam Banjir di Sawang |
|
|---|
| Mendagri dan Wagub Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak Akibat Bencana |
|
|---|
| Hampir Rampung, Rumah Bantuan Kadin untuk Penyintas Banjir di Pidie Jaya Segera Bisa Dihuni |
|
|---|
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-Teupin-Mane-Juli-Bireuen-dalam-proses-penyambungan-jembatan-baili.jpg)