Kamis, 23 April 2026

Berita Bireuen

Turun ke Dayah MUDI Mesra, Menekraf VC Menteri PU Minta Normalisasi Sungai

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky meninjau Pesantren Dayah MUDI Mesra di Bireuen yang terdampak banjir bandang.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Rianza Alfandi
VIDEO CALL – Menteri Ekraf (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya melakukan video call (VC) dengan Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung kondisi pesantren Dayah MUDI Mesra di Gampong Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Bireuen yang terdampak banjir bandang, Selasa (9/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky meninjau Pesantren Dayah MUDI Mesra di Bireuen yang terdampak banjir bandang. 
  • Ia melakukan video call dengan Menteri PU untuk meminta percepatan normalisasi sungai di belakang pesantren. 
  • Riefky menekankan pentingnya dukungan alat berat tambahan agar proses belajar santri tidak terus terganggu.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Ekraf RI), Teuku Riefky Harsya meninjau langsung kondisi Pesantren Dayah MUDI Mesra di Gampong Mideun Jok, Kecamatan Samalanga, Bireuen yang terdampak banjir bandang. 

Dalam kunjungannya, Riefky melihat langsung area pesantren yang saat ini masih terendam material lumpur dengan ketinggian mencapai satu setengah meter.

Di lokasi tersebut, Teuku Riefky langsung melakukan video call (VC) dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo untuk membahas langkah percepatan penanganan banjir dan usulan normalisasi sungai yang berada di belakang kompleks pesantren. 

Riefky  menyampaikan bahwa ancaman banjir dapat semakin besar jika aliran sungai tidak segera ditangani.

“Tadi saya sempat kontak di Pidie dan Pidie Jaya, cuma terkendala jaringan. Saat ini saya sudah berada di Bireuen,” ujarnya saat meninjau kondisi lapangan. 

Riefky menegaskan, bahwa keberadaan sungai yang sangat dekat dengan bangunan pesantren menjadi faktor utama yang memerlukan perhatian cepat.

Baca juga: Kunjungi Dayah Mudi Mesra,MenEkraf Ajak Santri Ikut Sebarkan Bahaya Judi Online Lewat Konten Digital

Pesantren Dayah MUDI Mesra diketahui memiliki kapasitas santri hingga tiga ribu orang. 

Menurut Riefky, kondisi ini harus menjadi pertimbangan penting agar proses belajar mengajar di pesantren dapat kembali normal dan tidak terganggu bencana serupa di masa mendatang. 

“Pesantren ini kapasitasnya tiga ribu orang, dan sungai sudah sangat dekat dengan pesantrennya,” ungkapnya.

Melalui sambungan video call, Riefky juga meminta agar Kementerian PU menurunkan dukungan berupa alat berat tambahan untuk percepatan pembersihan lumpur dan penanganan sungai. 

“Nanti izin saya kasih data-datanya, mungkin bisa jadi atensi,” ucapnya kepada Menteri PU.

Teuku Riefky juga menyampaikan, bahwa alat berat sudah disewa masyarakat dan pihak pesantren untuk pembersihan, namun jumlahnya belum memadai. 

Baca juga: Cegah Banjir, Pemkab Aceh Barat Segera Normalisasi Sungai Krueng Bubon

Ia berharap, bantuan alat skala kecil dapat segera dikirim untuk percepatan normalisasi dan penanganan dampak banjir. 

“Memang sudah sewa alat berat, tapi belum cukup untuk pembersihan di sini. Kalau nanti ada alat-alat kecil untuk bersih-bersih, sangat membantu,” katanya.

Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Riefky ke sejumlah wilayah terdampak banjir di Aceh.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved