Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Kisah Warga Matang Ara Aceh Tamiang Lari ke Bukit, Air Setinggi Kubah Masjid Rendam Desa Ini

Bermula saat hujan berapa hari tak henti-hantinya hingga pucaknya pada Rabu (26/11/2025) itu, air meluap dari sungai

Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Zubir
KORBAN BANJIR - Seorang remaja saat membawa ambal untuk persiapan tidur malam di tempat pos pengungsian sementara, di Desa Matang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, karena rumah mereka banyak yang hancur. SERAMBINEWS.COM/ZUBIR 

Ringkasan Berita:
  • Cerita warga pedalaman Desa Matang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka ini, saat banjir itu air setinggi 10 meter
  • Ketinggian air melewati tiang listrik, air mulai berhenti meninggi saat mencapai Kubah Masjid Desa Matang Ara itu.
  • Setelah 2 hari kemudian air pun surut, barulah mereka turun dari bukit, namun melihat banyak rumah mereka yang telah hanyut dan rusak

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir   |   Aceh Tamiang 

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG - Banyak kisah pilu dan mengerikan yang dialami masyarakat di wilayah Aceh Tamiang, saat bencana banjir besar dan angin kencang melanda daerah tersebut pada Rabu, 26 November 2025 lalu.

Menurut cerita warga pedalaman Desa Matang Ara, Kecamatan Bandar Pusaka ini, saat banjir itu air dengan ketinggian mencapai 10 meter lebih atau sebatas kubah masjid merendam desa tersebut.

Bermula saat hujan berapa hari tak henti-hantinya hingga pucaknya pada Rabu (26/11/2025) itu, air meluap dari sungai di daerah tersebut, menjadikan Desa Matang Ara bagaikan laut.  

Was-was sejak malam itu mulai dirasakan warga, ketika air sungai terus meninggi, banyak warga memilih tak tidur untuk terus mengamati air di saat hujan dan angin masih malanda daerah tersebut. 

Hingga akhirnya, pagi tanggal 26 November 2025 itu air mulai merendam desa ini, sehingga warga mengambil inisiatif membawa anak-anak mereka, sebagian pakaian dan bekal makanan tersisa di rumahnya ke tempat aman. 

Mereka memilih menaiki berapa bukti di sekitar Desa Matang Ara ini untuk berlindung guna mengantisipasi air akan meninggi, seperti banjir yang pernah tejadi di tahun 2006 silam, namun banjir kali ini lebih parah. 

Anak-anak di Desa Matang Ara  Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, saat menceritakan kengerian air banjir yang merendam desanya dan mereka harus tidur ke bukit.
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Anak-anak di Desa Matang Ara Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, saat menceritakan kengerian air banjir yang merendam desanya dan mereka harus tidur ke bukit. SERAMBINEWS.COM/ZUBIR (Serambinews.com/Zubir)

Ternyata insting mereka benar, hingga memasuki siang hari itu air telah menenggelamkan rumah mereka, ketinggian air melewati tiang listrik, air mulai berhenti meninggi saat mencapai Kubah Masjid Desa Matang Ara itu. 

Selama berapa hari dan malam, mereka harus bertahan di bukit tinggi di sekitar desa menunggu air surut, karena posisi tempat tinggal mereka ini terkurung atau terkepung air, tidak ada akses jalan menuju ke tempat lain.

Setelah 2 hari kemudian air pun surut, barulah mereka turun dari bukit, namun melihat banyak rumah mereka yang telah hanyut dan rusak parah, bahkan berapa tiang listrik tumbang ke jalan.

"Saat air meninggi itu, ada 3 bukit di sini yang menjadi tempat berlindung kami. Alhamdulillah, Tuhan masih menjaga kami, semua warga di sini selamat tidak ada yang hanyut atau tenggelam, walaupun rumah kami banyak hancur," ucap warga. 

Pascabanjir, masalah baru muncul, selain banyak warga di sana tidak memiliki lagi tempat berteduh yang layak, stok  makanan untuk bertahan hidup juga mulai menipis dan bahan makanan pokok susah mereka dapatkan.

Sedangkan bantuan logistik dari perkotaan Aceh Tamiang memang cukup sulit bisa masuk ke sana, karena akses jalan rusak yang dipenuhi lumpur tebal hampir setengah meter yang tidak bisa dilalui kendaraan saat itu. 

Mereka mengaku hingga kini baru 2 kali mereka mendapatkan bantuan makanan dan mereka tidak tahu asalnya dari mana, karena bagi mereka makanan untuk anak-anak yang penting ada.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved