Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Masyarakat Pedalaman Aceh Sudah 2 Minggu Terisolir, Warga Harus Jalan Kaki 25 Km Ambil Bantuan

Hingga kini, seluruh kawasan Pining masih terisolasi karena akses jalan putus total, baik dari arah Blangkejeren maupun Aceh Timur. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Kondisi warga di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, semakin memprihatinkan setelah banjir besar melanda wilayah itu dua pekan lalu. Hingga kini, Rabu (10/12/2025) seluruh kawasan Pining masih terisolasi karena akses jalan putus total, baik dari arah Blangkejeren maupun Aceh Timur. 

Masyarakat Pedalaman Aceh Sudah 2 Minggu Terisolir, Warga Harus Jalan Kaki 25 Km Ambil Bantuan

SERAMBINEWS.COM, GAYO LUES - Kondisi warga di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, semakin memprihatinkan setelah banjir besar melanda wilayah itu dua pekan lalu. 

Hingga kini, seluruh kawasan Pining masih terisolasi karena akses jalan putus total, baik dari arah Blangkejeren maupun Aceh Timur. 

Situasi ini membuat warga kesulitan mendapatkan bantuan serta harus bertahan hidup dalam kondisi serba darurat.

Seorang warga Pining, Ajay yang berhasil terhubung dengan Serambinews.com pada Rabu (10/12/2025) sore mengungkapkan bahwa seluruh desa di kecamatan tersebut terdampak banjir tanpa terkecuali. 

“Kena banjir semua di Kecamatan Pining. Sudah dua minggu kami terisolasi di sini,” ujarnya.

lihat fotoSeluruh kawasan Pining masih terisolasi karena akses jalan putus total, baik dari arah Blangkejeren maupun Aceh Timur. 
Seluruh kawasan Pining masih terisolasi karena akses jalan putus total, baik dari arah Blangkejeren maupun Aceh Timur. 

Terputusnya seluruh akses transportasi memaksa warga berjalan kaki sejauh 25 kilometer untuk mengambil bantuan ke Desa Uring, satu-satunya titik distribusi yang bisa dijangkau. 

Jalan yang mereka lalui bukan hanya jauh, tetapi juga dipenuhi lumpur dan jalan yang curam karena longsor.

“Untuk mengambil bantuan pun kami harus jalan kaki 25 km karena letaknya di Desa Uring,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan itu, warga harus bertahan tanpa aliran listrik. 

lihat fotoTerputusnya seluruh akses transportasi di Pining, memaksa warga berjalan kaki sejauh 25 kilometer untuk mengambil bantuan ke Desa Uring
Terputusnya seluruh akses transportasi di Pining, memaksa warga berjalan kaki sejauh 25 kilometer untuk mengambil bantuan ke Desa Uring

Jaringan komunikasi juga lumpuh total, sehingga mereka hanya mengandalkan perangkat Starlink yang tersedia.

Starlink tersebut mereka gunakan secara beramai-ramai, lebih dari seratusan orang, hanya untuk memberi kabar kepada pihak luar tentang kondisi mereka. 

“Listrik pun belum ada (masih mati total). Ini pun kami pakai Starlink untuk komunikasi,” kata Ajay.

Yang lebih menyedihkan, banyak warga terpaksa tidur di pinggir jalan karena rumah mereka rusak dan terendam lumpur. 

Mereka mendirikan tenda seadanya menggunakan terpal. 

lihat fotoWarga Pining bermalaman di tenda.
Warga Pining bermalaman di tenda.
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved