Berita Banda Aceh
Dua Ton Obat dari Kuala Lumpur Tiba di Aceh, Distribusi Dikebut
Malaysia kembali mengirimkan tiga ton bantuan yang terdiri dari dua ton obat-obatan dan satu makanan dan pakaian ke Aceh.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Bantuan obat-obatan terus mengalir untuk warga terdampak banjir di Aceh. Malaysia kembali mengirimkan tiga ton bantuan yang terdiri dari dua ton obat-obatan dan satu makanan dan pakaian ke Aceh.
Selain itu Presiden RI, Prabowo Subianto turut mengarahkan pengiriman obat-obatan lengkap dengan tenaga medis seperti dokter dan perawat ke sejumlah daerah yang dinilai paling membutuhkan.
“Empat wilayah yang menjadi prioritas adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, serta sebagian wilayah Kota Langsa dan Kabupaten Bireuen,” kata Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Rabu (10/12/2025).
Daerah-daerah tersebut disebut mengalami kondisi paling serius karena tingginya kasus penyakit yang mulai muncul di pengungsian, seperti penyakit kulit, batuk, serta gatal-gatal akibat terpapar air banjir dalam waktu lama.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, relawan juga turut menyalurkan bantuan dari luar negeri. “Saat ini sudah tiba bantuan dari sahabat kita di Kuala Lumpur berupa dua ton obat-obatan, makanan ringan, dan pakaian,” ujarnya.
Bantuan tersebut akan didistribusikan bersamaan dengan keberangkatan tim dokter dan perawat ke sejumlah kabupaten/kota. Selain obat-obatan mereka juga mengirimkan dokter untuk menangani korban terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh.
Baca juga: Bantuan Presiden Sudah Cair, Provinsi Dapat Rp 20 M, Kabupaten/Kota Rp 4 Miliar, Ini Perinciannya
Baca juga: Truk Sembako Tertahan di Abdya Akibat Tak Ada Solar, Gerakan Pangan Murah Terpaksa Ditunda Besok
Para relawan berkomitmen mempercepat distribusi mengingat kebutuhan obat-obatan semakin mendesak di lapangan.
Sementara itu, tim relawan dari China yang diturunkan untuk melakukan pencarian korban turut menghadapi kendala besar. Upaya mendeteksi keberadaan jenazah di beberapa titik terhambat oleh kondisi medan yang masih dipenuhi kayu-kayu dan material banjir lainnya.
“Mereka kewalahan karena banyak area yang sulit dijangkau. Sejauh ini baru beberapa korban yang berhasil ditemukan di Aceh Utara,”ungkapnya.
Direncanakan, hari ini tim tersebut akan dipindahkan ke wilayah Aceh Timur atau Aceh Tamiang guna melanjutkan pencarian korban yang masih dilaporkan hilang.
“Pemerintah dan relawan berharap proses evakuasi dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat agar kondisi masyarakat terdampak segera pulih,” pungkasnya.
| Keluyuran Dini Hari, Gadis Banda Aceh Terjaring Razia Satpol PP dan WH, Ayah: Hukum Dia yang Berat |
|
|---|
| Masyarakat Sipil Aceh Serukan Stop Izin Tambang di Beutong Ateuh Nagan Raya |
|
|---|
| Importa Ekspansi ke Aceh, Resmikan Cabang ke-28 untuk Perkuat Distribusi di Sumatera |
|
|---|
| Santri Dayah Samudera Pasai Madani Aceh Raih Dua Medali Emas di Ajang WYIE 2026 di Malaysia |
|
|---|
| Prof Mujiburrahman Lantik Pengurus DEMA dan SEMA UIN Ar-Raniry Periode 2026–2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/cerita-korban-banjir-1112.jpg)