Banjir Landa Aceh
Tiga Kali Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tidak Menjawab Tuntutan Warga
“Idealnya, dalam situasi separah ini, Presiden membuka kantor sementara di Aceh. Itu akan memaksa seluruh aparatur bekerja lebih maksimal,"
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Presiden memang hadir tiga kali, bercengkrama dengan anak-anak, makan bersama pengungsi, bahkan menyebut tongkat Nabi Musa.
Itu menyentuh hati, tapi menjamin angka kematian tidak bertambah lagi.
“Yang dibutuhkan rakyat Aceh aksi kongkrit. Bukan sekadar simbol,” tegasnya.
Ia menambahkan, paling penting rakyat Aceh bisa melihat negara hadir.
Dan itu bisa dilihat dari terjunnya tim khusus dan alat-alat khusus yang dibayar dan dibeli dengan uang rakyat, bekerja secara masif di lokasi-lokasi terpapar bencana.
“Apa yang sudah dikerahkan seperti yang disampaikan Presiden memang diakui adanya tapi itu belum menggambarkan setengah dari kekuatan yang dimiliki negara untuk melindungi warganya,” sebut Risman lagi.
Risman menyerukan agar Pusat dan daerah mengambil langkah yang lebih tegas, sistemik, dan berorientasi pada keselamatan serta pemulihan dasar serta cepat.
“Bukan sekadar motivasi, tapi tindakan nyata” pungkasnya.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS
Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
| Tamiang Butuh Rp 500 M untuk Perbaiki Tambak |
|
|---|
| Sempat Banjir Susulan, Kabdisdik Wilayah Aceh Utara Instruksikan Sekolah Gotong Royong |
|
|---|
| Kejar Ketertinggalan Belajar Pascabanjir, Murid SD di Aceh Tamiang Belajar Metode Berhitung Gasing |
|
|---|
| 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/risman-rachman-koalisi-ngo-ham-aceh.jpg)