Kamis, 7 Mei 2026

Banjir di Aceh Timur

Tak Mau Warganya Kelaparan, Bupati Al-Farlaky Naik Trail Terobos Lumpur

Tim harus menaklukkan jalur yang dipenuhi lumpur tebal setinggi 6 centi meter. Dengan menunggangi motor trail.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/Maulidi Alfata
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menerobos lumpur di Desa Sijudo dan Sahraja, Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur, Sabtu (13/12/2025). 

Tim harus menaklukkan jalur yang dipenuhi lumpur tebal setinggi 6 centi meter. Dengan menunggangi motor trail.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Komitmen kemanusiaan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam membantu korban banjir terus berlanjut. 

Memasuki hari ke 17 pasca banjir melanda Aceh Timur sejak 26 November 2025 lalu.

Bupati Al-Farlaky bersama rombongan kembali menerobos daerah terisolir di pedalaman Pante Bidari, yakni Desa Sijudo dan Sahraja yang berbatasan langsung dengan Aceh Utara dan Bener Meriah.

Perjalanan menuju dua desa tersebut yang berada jauh di pedalaman, merupakan ujian berat bagi tim dalam menyalurkan bantuan. 

Tim harus menaklukkan jalur yang dipenuhi lumpur tebal setinggi 6 centi meter. Dengan menunggangi motor trail.

Bupati memimpin langsung upaya pendistribusian bantuan demi memastikan.

“Saya Tidak Mau Dengar Ada Warga Saya yang Mati karena Kelaparan," tuturnya tegas, Sabtu (13/12/2025).

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memastikan tidak ada korban yang luput dari bantuan. 

"Hari ini kami tembus ke Sijudo dan Sah Raja, untuk memastikan warga saya baik-baik saja. 

Saya tidak mau dengar ada warga saya yang mati karena kelaparan," tegas Al-Farlaky di lokasi pengungsian, menunjukkan prioritas utamanya.

Selain membawa logistik, tim juga menyelenggarakan pelayanan kesehatan gratis dan memasang jaringan internet starlink, di kamp pengungsian, sebua inisiatif viral untuk menghubungkan warga terisolir dengan dunia luar.


Tinggi Air mencapai 8 meter

Bupati Al-Farlaky mengungkapkan parahnya dampak bencana di wilayah tersebut. 

Ketinggian air yang merendam desa Sijudo dan Sahraja dilaporkan mencapai 8 meter lebih. Setinggi tiang listrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved