Rabu, 3 Juni 2026

Listrik Padam di Aceh

Perbaikan Listrik di Aceh Bakal Tidak Selesai Besok, Dirut PLN Buat Kecewa Masyarakat Lagi?

Di mana sebelumnya disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Darmawan Prasodjo menargetkan listrik di Aceh rampung pada Minggu (14/12/2025).

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Tangkapan layar Kompas TV
Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa terjadi kegagalan sinkronisasi kelistrikan di Aceh, sehingga seluruh wilayah Aceh terisolasi dari jaringan sistem kelistrikan Sumatera. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers secara daring bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (9/12/2025) siang. 

Perbaikan Listrik di Aceh Bakal Tidak Selesai Besok, Dirut PLN Buat Kecewa Masyarakat Lagi?

SERAMBINEWS.COM – Harapan masyarakat Aceh akan pulihnya pasokan listrik secara penuh pada Minggu (14/12/2025) tampaknya kembali pupus.

Perbaikan sistem kelistrikan pascabencana banjir besar di Aceh dipastikan belum akan selesai sesuai target.

Di mana sebelumnya disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Darmawan Prasodjo menargetkan listrik di Aceh rampung pada Minggu (14/12/2025).

Serambinews.com menggali informasi dari sumber internal PLN pada Sabtu (13/12/2025).

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa penormalan listrik di Aceh tidak akan rampung pada Minggu.

Saat dikonfirmasi mengenai estimasi waktu penyelesaian yang beredar, sumber tersebut menjawab singkat, “Engga,” yang artinya tidak bakal rampung besok.

Kendala utama disebutkan masih berada pada sisi infrastruktur transmisi. 

Baca juga: PLN Kebut Perbaikan SUTT 150 KV Langsa–Pangkalan Brandan, Kunci Pemulihan Sistem Kelistrikan Aceh

Hingga saat ini, pembangunan tower transmisi Langsa–Pangkalan Brandan yang menjadi bagian penting interkoneksi kelistrikan Sumatera belum selesai. 

Akibatnya, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya unit 3 dan 4 belum dapat beroperasi untuk menyalurkan daya ke sistem.

Selain itu, sumber internal PLN juga mengungkapkan bahwa PLTU Nagan Raya unit 1 dan 2 masih berada dalam kondisi bermasalah. 

Padahal, keberadaan pembangkit tersebut dinilai sangat krusial untuk memberi pasokan listrik di beberapa wilayah.

“Pembangkit ini jadi game changer,” ujar sumber tersebut.

Maksudnya, Pembangkit PLTU 1 dan 2 telah beroperasi secara signifikan sehingga mengubah dinamika pasokan energi di suatu wilayah.

Sumber juga memastikan bahwa sistem transmisi Arun–Bireuen telah rampung 100 persen dan siap memasok listrik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved