Kamis, 16 April 2026

Warga Aceh Singkil Dianiaya

4 Warga Singkil Dianiaya di Tapanuli Tengah, Berawal Penembakan Sapi di Perbatasan Aceh-Sumut

Empat Warga Aceh Singkil Jadi Korban Penganiayaan Berat di Tapanuli Tengah, Keluarga Lapor ke Anggota DPD RI Asal Aceh

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Sebanyak 4 orang warga Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil, menjadi korban penganiayaan yang terjadi Desa Saragih Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (8/12/2025). Keempat warga Desa Lae Balno, Aceh Singkil yang menjadi korban, yaitu Munawir Tumangger (Kepala Desa), Ponisan Barasa (Sekretaris Desa), Sufriadi Tumangger (Tokoh masyarakat) serta Jento Tumangger (warga desa Lae Balno). Informasi terkait penganiayaan warga Aceh Singkil tersebut disampaikan oleh H. Sudirman Haji Uma, S.Sos, Anggota DPD RI asal Aceh, Sabtu (13/12/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 4 orang warga Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil, menjadi korban penganiayaan yang terjadi Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (8/12/2025).

Keempat warga Desa Lae Balno, Aceh Singkil yang menjadi korban, yaitu Munawir Tumangger (Kepala Desa), Ponisan Barasa (Sekretaris Desa), Sufriadi Tumangger (Tokoh masyarakat) serta Jento Tumangger (warga desa Lae Balno).

Informasi terkait penganiayaan warga Aceh Singkil tersebut disampaikan oleh H. Sudirman Haji Uma, S.Sos, Anggota DPD RI asal Aceh, Sabtu (13/12/2025). 

"Kita menerima surat aduan dari pihak keluarga korban terkait peristiwa tersebut yang meminta dukungan advokasi serta bantuan perlindungan hukum terhadap korban dan keluarganya di Aceh Singkil," ujar senator yang akrab disapa Haji Uma

Menurut Haji Uma, ke empat korban mengalami luka serius akibat terkena benda tumpul dan senjata tajam dan saat ini dalam perawatan medis. 

Bahkan Sufriadi, salah satu korban harus dirawat intensif disalah satu rumah sakit di Kota Medan, Sumatera Utara. 

Baca juga: Haji Uma Datangi Lokasi Pengeroyokan Pemuda Aceh di Masjid Sibolga dan Bertemu Pelaku di Mapolres

Kondisi korban memar disekitar wajah, retak dibagian tengkorak serta belum sadarkan diri hingga saat ini. 

Kasus penganiayaan berat tersebut telah dilaporkan ke Polres Tapanuli Tengah via Polsek Banduamas. 

Namun menurut pihak keluarga korban, penanganan kasus oleh kepolisian setempat terkesan berjalan lambat. 

Keluarga korban menduga ada unsur ketidaknetralan dan pihak kepolisian sehingga proses hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

Dugaan tersebut muncul karena sejumlah indikasi, yaitu tidak adanya alasan jelas atas lambatnya penanganan hukum. 

Para pelaku masih bebas berkeliaran dan belum ada penangkapan serta ada kesan polisi setempat menganggap kasus itu hanyalah perkara biasa. 

Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Perbaikan Listrik di Aceh Bisa Seminggu Lagi: Tapi Jangan Berharap Ya

Padahal telah meresahkan dua desa di perbatasan Aceh dan Provinsi Sumatera Utara serta berpotensi konflik sosial lebih luas.

Dari informasi keluarga korban kepada Haji Uma, kronologi kasus penganiayaan itu berawal dari penembakan sapi milik Munawir Tumangger. 

Penembakan di kawasan hutan perbatasan Desa Saragih (Tapteng) dan Desa Lae Balno (Aceh Singkil) oleh pelaku atas nama Lesmi dan rekannya pada Mei 2025. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved