Sabtu, 11 April 2026

Harga Emas

Harga Emas di Sabang Tembus Rp7,5 Juta per Mayam, Warga Ramai Jual Dibanding Beli

Menurutnya, kenaikan harga yang cukup tajam ini menyebabkan minat beli masyarakat menurun.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Aulia Prasetya
TOKO EMAS - Sejumlah warga melakukan transaksi jual beli emas di salah satu toko emas di Kota Sabang. Kenaikan harga emas hingga menembus Rp7,5 juta per mayam membuat aktivitas penjualan emas oleh masyarakat lebih dominan dibandingkan pembelian. 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas di Kota Sabang kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
  • Lonjakan harga ini berdampak langsung pada pola transaksi di sejumlah toko emas, di mana aktivitas penjualan oleh masyarakat lebih mendominasi dibandingkan pembelian.
  • Pemilik salah satu toko emas di Sabang, Zulfikar, mengatakan harga emas terus bergerak naik secara bertahap.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Harga emas di Kota Sabang kembali menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan harga ini berdampak langsung pada pola transaksi di sejumlah toko emas, di mana aktivitas penjualan oleh masyarakat lebih mendominasi dibandingkan pembelian.

Pemilik salah satu toko emas di Sabang, Zulfikar, mengatakan harga emas terus bergerak naik secara bertahap.

Kondisi tersebut membuat masyarakat cenderung memanfaatkan momentum untuk melepas emas yang dimiliki.

“Sebelumnya sempat di kisaran Rp7,3 juta, kemudian naik menjadi Rp7,4 juta, dan hari ini harga emas di Sabang per mayam kembali naik hingga menembus Rp7,5 juta,” ujar Zulfikar, Sabtu (13/12/2025).

Baca juga: Naik atau Turun? Berikut Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Edisi 14 Desember 2025

Menurutnya, kenaikan harga yang cukup tajam ini menyebabkan minat beli masyarakat menurun.

Sebagian besar konsumen memilih menunda pembelian sambil menunggu harga kembali stabil.

“Untuk transaksi harian, masyarakat yang datang justru lebih banyak menjual emas. Per hari bisa mencapai 40 mayam yang dijual, sementara pembelian hanya sekitar 20 mayam,” jelasnya.

Zulfikar menambahkan, tidak sedikit warga yang hanya datang ke toko emas untuk sekadar menanyakan harga terbaru tanpa melakukan transaksi pembelian.

Fenomena ini diperkirakan akan terus berlangsung selama harga emas masih berada di level tinggi.

Ia menilai, pola transaksi masyarakat akan kembali seimbang apabila harga emas mulai stabil.

Karena itu, Zulfikar berharap lonjakan harga emas tidak berlangsung terlalu lama agar aktivitas jual beli tetap berjalan normal dan roda ekonomi masyarakat tetap bergerak.(*)

 

Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Lhokseumawe Stagnan, Berikut Rincian Harga Minggu 14 Desember

Baca juga: Ketua MPR: Iuran BPJS Kesehatan dan Sertifikat Tanah Digratiskan buat Korban Banjir Sumatera

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved