Berita Banda Aceh
Akses Darat Putus, Pertamina Optimalkan Distribusi LPG dan BBM di Aceh via Kapal dan Canting
Kendala distribusi LPG dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Aceh karena terputusnya akses logistik pascabencana.
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah menyebabkan lumpuhnya akses logistik darat.
Untuk memastikan ketersediaan energi vital, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat menerapkan strategi darurat pascabencana di Aceh.
Langkah ini diambil menyusul terbatasnya akses logistik dan infrastruktur yang lumpuh di beberapa wilayah, memaksa Pertamina untuk mengoptimalkan jalur alternatif demi melayani kebutuhan mendesak masyarakat.
Untuk menjaga ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), Pertamina kini mengandalkan jalur laut dan metode manual yang dikenal sebagai "canting".
Penerapan solusi darurat ini menjadi bukti tantangan besar yang dihadapi Pertamina dalam memulihkan pasokan energi di wilayah terdampak, sekaligus memastikan layanan publik dan bantuan kemanusiaan tetap berjalan.
Baca juga: Atasi Kelangkaan LPG, Pemkab Abdya Hubungi Langsung Pertamina, Ini Solusinya
Kapal Ro-Ro jadi jembatan Pasokan LPG
Kendala distribusi LPG dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Aceh karena terputusnya akses logistik pascabencana.
Untuk mengatasi isolasi darat ini, Pertamina mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan jalur laut.
Pertamina telah menyalurkan LPG menggunakan kapal Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) dari Lhokseumawe ke Banda Aceh.
Pertamina mengklaim, upaya ini telah berhasil mengirimkan total pasokan hingga 990 metrik ton LPG.
Pengiriman massal melalui laut ini dianggap sebagai langkah mitigasi tercepat untuk menjaga kestabilan pasokan LPG bagi masyarakat, mengingat pentingnya komoditas ini untuk kebutuhan rumah tangga dan pemulihan aktivitas ekonomi lokal.
BBM di Aceh Tamiang dijejali genset dan canting
Situasi kritis juga terjadi di Aceh Tamiang, di mana distribusi BBM mengalami hambatan signifikan.
Untuk itu, Pertamina melakukan penguatan suplai dengan mengoptimalkan jalur distribusi yang masih memungkinkan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Saat ini, dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Tamiang beroperasi hanya dengan dukungan genset sebagai sumber listrik utama, karena kondisi kelistrikan wilayah yang belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bantuan Pertamina Terangi Posko Pengungsian di Aceh Tamiang
Untuk memastikan masyarakat tetap bisa mengakses BBM, Pertamina juga mengaplikasikan skema canting.
Ini adalah metode penyaluran BBM secara manual dari drum dengan cara sedot, yang digunakan sebagai solusi sementara untuk mengatasi keterbatasan sarana distribusi.
| Jumlah Pengangguran di Aceh Bertambah 7.430 Orang, TPT Naik Jadi 5,88 Persen |
|
|---|
| Legislator Gerindra Sorot Fenomena “Hotel Berjalan” di Banda Aceh: Pelecehan terhadap Syariat |
|
|---|
| Dewan Sorot Fenomena “Hotel Berjalan” di Banda Aceh, Pelecehan Terhadap Syariat |
|
|---|
| Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh |
|
|---|
| Seleksi Paskibraka Aceh 2026 Dimulai, Generasi Muda Diuji Hadapi Tantangan Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pertamina-gunakan-kapal-angkut-LPG-ke-Banda-Aceh.jpg)