Rabu, 6 Mei 2026

Berita Abdya

Atasi Kelangkaan LPG, Pemkab Abdya Hubungi Langsung Pertamina, Ini Solusinya

Mengatasi persoalan itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Zedi Saputra menghubungi langsung pihak piha

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Masrian Mizani
GAS LPG - Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Abdya, Zedi Saputra, berbicara soal gas elpiji yang langka adi kabupaten itu. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor menyebabkan kelangkaan LPG 3 kg di Abdya akibat berkurangnya pasokan dari SPBE Meulaboh karena kendala transportasi pascabencana.
  • Pertamina menyiapkan solusi pengiriman lewat jalur laut dan pasokan dari Pakpak Bharat, Sumut, serta menolak usulan kenaikan HET dengan menanggung tambahan biaya transportasi.
  • Pemkab Abdya meminta masyarakat bersabar karena pasokan gas dari Pakpak Bharat sudah dalam perjalanan, meski pangkalan mengakui distribusi masih tersendat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh membuat pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berkurang atau mengalami kelangkaan.

Mengatasi persoalan itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Zedi Saputra menghubungi langsung pihak pihak Pertamina.

Ia menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan gas dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Meulaboh, Aceh Barat. 

Zedi sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan gas tersebut.

“Pihak Pertamina membenarkan bahwa adanya kekurangan pasokan gas di Meulaboh, Aceh Barat,” kata Zedi ketika, Minggu (14/12/2025).

Menurut pihak Pertamina, kata Zedi, kekurangan pasokan gas ini disebabkan oleh kendala transportasi dari Aceh Utara ke Meulaboh. 

Baca juga: Pangdam IM Tinjau Langsung Pengerjaan Jembatan Teupin Mane

“Mereka sekarang kekurangan armada mobil tangki, setelah bencana banjir. Sebagai solusinya, mereka mengupayakan pengiriman lewat jalur laut,” jelasnya.

Selain itu, sebut Zedi, kabar gembira lainnya adalah, Abdya juga sudah dibolehkan untuk mendatangkan gas dari Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut). 

"Namun, dalam beberapa hari ini mereka tengah mensimulasikan alur dan biaya transportasi ke Abdya," ucapnya 

Ia juga sudah memanggil dan berkomunikasi dengan tiga agen elpiji di Abdya. 

Hasilnya, kata Zedi, pihak agen menyarankan untuk mendatangkan gas elpiji dari Medan, tapi dengan syarat Harga Eceran Tertinggi (HET) dinaikkan dari Rp22.500 menjadi Rp30.500.

“Drafnya sudah disiapkan, tapi tentu kita harus mempertimbangkan banyak hal. Terutama soal kewajaran menaikkan harga di tengah kondisi bencana saat ini,” ujarnya.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bantuan Pertamina Terangi Posko Pengungsian di Aceh Tamiang

Hasil diskusi terakhir per hari ini, kata Zedi, pihak Pertamina menyarankan agar Pemkab Abdya mengabaikan usulan menaikkan HET.

“Alhamdulillah, pihak Pertamina yang menyubsidi agen terkait penambahan biaya transportasi tersebut,” terang Zedi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved