Rabu, 6 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Kisah TNI Selamatkan Warga Sahraja Aceh Timur saat Banjir Bandang Capai 8 Meter

Fahlevi kala itu pulang ke rumah istrinya di Sahraja, karena istrinya merupakan Bidan Desa setempat, ia menceritakan bahwa air naik pertama kal

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/Maulidi Alfata
BERI KESAKSIAN - Rizal Fahlevi Panjaitan Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari kesatuan Kodim Bireuen, memberikan kesaksian saat evakuasi korban banjir bandang di Desa Sahraja, Aceh Timur, Minggu (14/12/2025). 

Laporan Seraambi Indonesiaa Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Rizal Fahlevi Panjaitan, Anggota TNI dari kesatuan Kodim Bireuen, memberikan kesaksian saat menyelamatkan warga Sahraja dari sapuan banjir bandang di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Fahlevi kala itu pulang ke rumah istrinya di Sahraja, karena istrinya merupakan Bidan Desa setempat, ia menceritakan bahwa air naik pertama kali pada Rabu 26 November 2025, sekitar pukul 04.00 WIB.

"Air pertama naik sekitar pukul 04.00 WIB, saat itu memang air sudah melewati bukit ini, dan saat itu kami panik langsung lari menyelamatkan diri, tidak sempat pikir harta benda, hanya baju yang ada di badan itu aja kami bawa, karena ketinggian air sangat ekstrem," (14/12/2025).

Ia menjelaskan, saat air semakin tinggi rasa kemanusiaan tumbuh, ia mengambil sampan dayung yang ada di depan rumahnya untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak di rumahnya di desa Sahraja agar tidak hanyut.

"Saya selamatkan mereka menggunakan sampan boat sambil dayung, menggunakan itu, untuk menyelamatkan masyarakat nyang masih terjebak di dalam banjir," tuturnya.

Penyelamatan dilakukan seorang diri oleh Fahlevi, dengan sampan dayung tersebut, ia  berkeliling ke perumahan warga dengan mendayung untuk menjemput warga yang masih dikepung banjir.

Baca juga: Akses Darat Putus, Pertamina Optimalkan Distribusi LPG dan BBM di Aceh via Kapal dan Canting

Berkat penyelamatan itu tidak ada korban jiwa di Desa Sahraja yang tenggelam atau meninggal dunia.

Usai diselamatkan warga ditempatkan ditempat tertinggi agar jauh dari titik banjir bandang yang merendam desa mereka.

"Mereka saya tempatkan di trans atau di bukit sana agar jauh dari banjir, karena banjir sangat tinggi waktu itu rumah warga pun tenggelam.

Desa Sahraja merupakan daerah yang sangat parah kerusakannya akibat banjir bandang. 

Banyak rumah warga hancur dan fasilitas umum rusak, air dilaporkan bahkan mencapai ketinggian 8 meter, hal itu dapat dilihat dari banyaknya pohon dan tiang listrik yang berlumpur.

Akses menuju ke desa tersebut hingga saat ini masih susah, lumpur yang menutupi jalan memiliki tebal hingga 60 centi meter, untuk menerobos ke sana harus dengan berjalan kaki atau menggunakan motor trail. (*)

Baca juga: Usai Banjir Bandang, Kayu Gelondongan "Menggunung" di Sungai Alas, BWS Diminta Kerahkan Alat Berat

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved