Rabu, 3 Juni 2026

Abdya

Listrik Padam, Warga Abdya Bawa Sendiri Cok Sambung ke Warung Kopi: Khawatir Tak Kebagian

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh membuat insfratruktur kelistrikan rusak...

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Masrian Mizani
LISTRIK PADAM - Warga Aceh Barat Daya (Abdya) terlihat sedang mengecas handphone dan alat elektronik penerang lainnya di salah satu warung kopi di Blangpidie, Minggu (14/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Meski tidak terdampak langsung bencana, Aceh Barat Daya mengalami padam listrik total sejak 9 Desember 2025 akibat rusaknya infrastruktur kelistrikan di Aceh.
  • Pemadaman listrik juga berdampak pada lumpuhnya jaringan komunikasi, kelangkaan LPG, serta antrean BBM, sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Warga terpaksa memanfaatkan genset di warung kopi untuk mengisi daya ponsel dan alat penerangan selama listrik belum pulih.

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh membuat insfratruktur kelistrikan rusak parah.

Meskipun Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak berdampak langsung dari bencana tersebut, namun juga berpengaruh pada beberapa sisi, baik itu kondisi listrik padam, jaringan telekomunikasi dan internet lumpuh, serta kelangkaan gas LPG, dan antrean BBM di SPBU.

Sejak 9 Desember lalu hingga hari ini, Minggu (14/12/2025), kondisi listrik di Kabupaten Abdya padam total. 

"Sebelum tanggal 9 Desember 2025, listrik ada lah menyala sebentar, meskipun digilir. Tapi kondisi saat ini memang padam total," kata Munawar, salah seorang warga Abdya kepada Serambinews.com, Minggu (14/12/2025).

Selama listrik padam, sebut Munawar, ia setiap harinya harus membawa cok sambung ke warung kopi yang menyalakan genset.

"Sekarang ke warung kopi tidak cukup bawa charger handphone, tapi sekalian bawa cok sambung, karena kita khawatir tidak kebagian," ucapnya.

Ia menjelaskan, cok sambung yang disediakan di warung kopi sangat terbatas, sementara pengunjung mengalami peningkatan selama kondisi listrik padam.

"Saya pernah sekali tidak bawa cok sambung, akhirnya tidak bisa cas handphone, sebab coknya penuh semua. Jadi terpaksa pulang," ujarnya.

Baca juga: Sambut Hari Juang TNI AD, Kodim Abdya dan Masyarakat Susoh Bersihkan Pantai Jilbab 

Disisi lain, Devi, salah seorang warga Tangan-Tangan mengaku rela menempuh perjalan lebih kurang 15 menit ke Blangpidie hanya untuk cas handphone.

"Kami disana minim warung kopi yang ada genset, jadi harus ke Blangpidie cas Hp. Sampai disini, warung juga penuh," ujarnya.

Sehingga, kata Devi, ia meminta bantu kepada pengunjung lainnya untuk sekedar mengisi daya handphone.

"Kondisi seperti ini, mau tidak mau kita harus bersabar, tidak boleh mengeluh. Alhamdulillah, kita masih bisa ke sana kemari, sedangkan saudara kita di lokasi bencana?" ucap Devi dengan nanda bertanya.

Sejak terjadinya pemadaman listrik, warga Abdya setiap harinya memanfaatkan aliran listrik dari genset di warung-warung kopi.

Selain untuk keperluan menambah daya handphone, mereka juga cas senter dan alat elektronik penerang lainnya untuk keperluan di malam hari. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved