Banjir Landa Aceh
54 Ribu Warga Korban Banjir Bandang Bireuen Masih Bertahan di Pengungsian
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan warga mengungsi di masjid, meunasah, tenda darurat, kantor keuchik
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada Rabu-Kamis (26–27/11/2025) masih menyisakan penderitaan panjang bagi warga.
- Hingga Minggu (14/12/2025), tercatat lebih dari 54 ribu jiwa dari dari 17 kecamatan masih bertahan di posko pengungsian.
- Mereka bertahan dengan kondisi tersebut disebabkan banyak rumah mereka hilang, rusak berat, penuh dengan endapan lumpur maupun infrastruktur yang rusak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada Rabu-Kamis (26–27/11/2025) masih menyisakan penderitaan panjang bagi warga.
Hingga Minggu (14/12/2025), tercatat lebih dari 54 ribu jiwa dari dari 17 kecamatan masih bertahan di posko pengungsian.
Banjir besar yang disertai arus deras menghancurkan ribuan rumah warga.
Banyak rumah hilang, rusak berat, tertimbun lumpur, bahkan sebagian masih tergenang udara.
Mereka bertahan dengan kondisi tersebut disebabkan banyak rumah mereka hilang, rusak berat, penuh dengan endapan lumpur maupun infrastruktur yang rusak.
Infrastruktur seperti listrik dan jalan juga belum sepenuhnya pulih, membuat warga kesulitan kembali ke rumah masing-masing.
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan warga mengungsi di masjid, meunasah, tenda darurat, kantor keuchik, hingga rumah warga yang masih layak huni.
Amatan Serambinews.com di Mesjid Ulee Tutue, Kutablang, seribuan warga bermalam di mesjid tersebut.
Kemudian banyak warga di meunasah setempat dengan kondisi membuka dapur umum.
Baca juga: Fasilitas Rusak Diterjang Banjir, Tirta Pase Pulihkan 11 Instalasi Air Bersih Untuk Layani Pengungsi
Kondisi serupa terlihat di Desa Punjot Jangka, Ulee Ceu, Kuala Ceurape, Cot Ara, Keurembok, serta berbagai desa lain di Gandapura, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Juli.
Aktivitas pengungsi berlangsung sederhana.
Kaum ibu memasak di badan jalan atau dekat meunasah yang rusak, dengan menu seadanya seperti ikan kaleng dan ikan asin.
Saat malam tiba, aktivitas berkurang karena listrik masih padam.
Amatan Serambinews.com di Kuala Ceurape, kaum ibu memasak untuk kebutuhan pengungsi di badan jalan dekat meunasah, karena rumah mereka banyak rusak, meunasah masih tertimbun lumpur.
"Kalau disini kami masak di badan jalan yang sebagian sebelah selatan sudah longsor," ujar seorang ibu yang ditemani rekannya terlihat sedang memasak ikan kaleng dan menggoreng ikan asin.
Kondisi yang sama juga terlihat di Desa Alue Kuta, Jangka Bireuen mereka memasak di badan jalan dekat meunasah dan juga pinggir tambak udang yang rusak.
Baca juga: Menembus Lumpur, MMF Salurkan Donasi dari Para Pemancing untuk Korban Banjir Pijay
Camat Kutablang, Erizal, menyebut ribuan warga belum bisa pulang karena rumah mereka hilang atau tertimbun lumpur.
Hal senada disampaikan Camat Jangka, Mulyadi SP MSM, yang menegaskan banyak warga tidak tahu kapan bisa kembali karena rumah sudah tidak ada lagi.
Data sementara mencatat 14.079 kepala keluarga atau 54.517 jiwa masih mengungsi.
Korban jiwa akibat banjir bandang ini mencapai 29 orang meninggal dunia dan 4 orang masih hilang.
Musibah ini menjadi salah satu bencana terbesar yang menimpa Bireuen dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas.
Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menyalurkan bantuan dan memulihkan kondisi warga yang terdampak.(*)
Baca juga: Aliansi Pemuda Peduli Aceh Salurkan Bantuan Bencana Banjir & Longsor di Pidie Jaya
Baca juga: Viral Sosok Ebo Noah, Pria Ghana Ngaku Nabi dan Ramalkan Dunia Kiamat saat Natal 2025
| Sudah Enam Bulan Tinggal di Gubuk Darurat, Puluhan Penyintas Banjir di Aceh Utara Belum Terima DTH |
|
|---|
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kaum-ibu-Desa-Kuala-Ceurape-Jangka-Sabtu-13122024-sedang-memasak-di-lokasi-dapur-umum.jpg)