Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Banjir Landa Aceh

115 Desa di Provinsi Aceh Masih Terisolasi sampai Hari ke-21 Pascabencana

Sampai hari ke-21 pascabencana yang menerjang Provinsi Aceh, tercatat 115 desa masih terisolasi akibat akses jalur darat terputus.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/HO/TIDAK ADA
JALUR DARAT TERPUTUS – Situasi akses jalur darat di Aceh Utara menuju Rembele Bener Meriah masih terputus, hanya baru bisa dilaui kendaraan roda dua dan mobil 4WD. Foto direkam oleh Kadis PUPR Aceh Mawardi, pada Sabtu (13/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hingga hari ini Senin (15/12/2025) atau hari ke-21 pascabencana yang menerjang Provinsi Aceh, tercatat 115 desa masih terisolasi akibat  akses jalur darat terputus dan belum pulih.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi ini membuat distribusi bantuan logistik harus dioptimalkan melalui jalur udara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan saat ini terdapat tiga kabupaten di Aceh yang masih dalam atensi khusus karena keterbatasan akses darat di sejumlah titik.

Ketiga kabupaten tersebut adalah Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

“Untuk Provinsi Aceh ada tiga kabupaten yang saat ini masih dalam atensi khusus, karena status dari akses darat yang masih terbatas di beberapa titik,” ujar Muhari, dalam konferensi pers penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025).

Muhari merinci, di Kabupaten Bener Meriah terdapat empat kecamatan dengan 15 desa yang terdampak.

Sementara di Kabupaten Aceh Tengah, terdapat tujuh kecamatan dengan total 73 desa yang masih terisolasi.

Adapun di Kabupaten Gayo Lues, kondisi serupa terjadi di tiga kecamatan dengan 27 desa terdampak.

Data tersebut merupakan hasil laporan sampai tanggal 13 Desember 2025.

Menurut Muhari, status terisolir tersebut disebabkan oleh jalur darat yang masih terputus sehingga belum dapat dilalui secara normal.

“Status ini karena memang akses darat yang masih terputus,” katanya.

Baca juga: VIDEO - Heboh! 80 Ton Bantuan Dikabarkan Hilang, Mualem Pertanyakan Transparansi di Bener Meriah

Muhari mengungkap, untuk wilayah yang masih terisolir ini, BNPB bersama pihak terkait terus mengupayakan penyaluran bantuan logistik dengan memanfaatkan jalur udara.

“Untuk dukungan logistik masih dioptimalkan via jalur udara (untuk daerah-daerah dalam atensi khusus). Setiap kami menerima koordinat titik-titik pengungsi di desa-desa yang masih sulit akses daratnya ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, tambah Muhari, berdasarkan laporan BNPB di tiga kabupaten/kota tersebut, untuk kondisi pasokan BBM dan gas juga terus dioptimalkan via jalur udara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved