Rabu, 22 April 2026

Banjir Landa Aceh

115 Desa di Provinsi Aceh Masih Terisolasi sampai Hari ke-21 Pascabencana

Sampai hari ke-21 pascabencana yang menerjang Provinsi Aceh, tercatat 115 desa masih terisolasi akibat akses jalur darat terputus.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Safriadi Syahbuddin
Serambinews.com/HO/TIDAK ADA
JALUR DARAT TERPUTUS – Situasi akses jalur darat di Aceh Utara menuju Rembele Bener Meriah masih terputus, hanya baru bisa dilaui kendaraan roda dua dan mobil 4WD. Foto direkam oleh Kadis PUPR Aceh Mawardi, pada Sabtu (13/12/2025). 

“Kemarin sudah kita sampaikan ada 180 tabung gas elpiji yang kita geser untuk tambahan stok di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Untuk BBM per 12 Desember itu sudah terkirim 29 drum atau 5,8 ton. Tentu saja ini terus dioptimalkan sampai nanti akses darat bisa dilalui,” pungkasnya.

Korban Terus Bertambah

Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh terus bertambah.

Menurut data terakhir dari Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh yang diupdate pada Minggu (14/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 430 orang.

“Laporan pemantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh korban meninggal dunia mencapai 430 orang dan hilang 32 orang,” kata Juru Bicara Posko Komando, Murthalamuddin.

Menurut Murthalamuddin, bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut mencakup 225 kecamatan dan 3.678 gampong. 

Serta korban terdampak terdata 518.724 kepala keluarga (KK) atau 1.984.018 jiwa. 

Selain korban meninggal dan hilang, juga terdapat 3.845 orang mengalami luka ringan dan 474 lainnya luka berat.

“Hingga kini, tim gabungan masih melakukan evakuasi, distribusi bantuan, serta pencarian korban hilang di lapangan,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, jumlah pengungsi saat ini tercatat 2.185 titik pengungsian dengan total 129.794 kepala keluarga atau 474.962 jiwa yang harus meninggalkan rumah mereka.

Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya juga dilaporkan sangat signifikan. 

Ratusan badan jalan rusak

Tercatat kerusakan pada 258 unit perkantoran, 287 unit tempat ibadah, 305 unit sekolah, 206 rumah sakit dan puskesmas, dan 431 unit pondok pesantren.

Pada sektor transportasi, musibah banjir dan tanah longsor ini juga tercatat merusak 461 titik badan jalan dan 332 titik jembatan.

“Kemudian kerusakan harta benda meliputi 164.906 unit rumah, 186.868 ekor ternak, 89.337 hektare sawah, 21.860 hektare kebun, dan 40.328 hektare tambak,” pungkasnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved