Selasa, 12 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Pertamina Hadirkan Listrik Tenaga Surya, Terangi Tenda Pengungsi Aceh Tamiang

Pemasangan instalasi PLTS melibatkan teknisi Perwira Pertamina Peduli yang merakit beberapa komponen PLTS, hingga listrik bisa menerangi tenda

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Amirullah
DOK PERTAMINA
Relawan Pertamina saat melakukan pemasangan lampu di posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | ACEH TAMIANG

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG -- PT Pertamina (Persero) menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah titik posko pengungsi di wilayah Aceh Tamiang, Minggu (14/12/2025). 

Tujuh paket PLTS masing-masing unit berkapasitas 590 Wp (Watt peak), inverter 1.000 Wp (Watt peak), baterai 2.000 Wh (Watt hour) serta 7 paket Solar LED 40 watt yang didatangkan langsung dari Jakarta. 

Pemasangan instalasi PLTS melibatkan teknisi Perwira Pertamina Peduli yang merakit beberapa komponen PLTS, hingga listrik bisa menerangi tenda pengungsian.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, mengatakan, bantuan PLTS ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). 

"PLTS mulai menerangi posko pengungsian Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Sabtu (13/12/2025)," jelasnya.

Dia menambahkan,  program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang

Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana.

Sambung Baron, hadirnya PLTS di pengungsian sangat membantu pengungsi dan relawan terutama untuk penerangan aktivitas di malam hari.

Baca juga: Update Harga iPhone Terlengkap! iPhone XR hingga iPhone 17 Original iBox di Akhir Desember 2025

Baca juga: Ahmed, Pahlawan Penembakan di Australia Dapat Rp1,6 Miliar dari Miliarder AS, Aksinya Tuai Pujian

Sekaligus sebagai sarana untuk menambah daya baterai telepon seluler sebagai sarana komunikasi utama. Setiap unit PLTS dapat menyala selama 8 jam per hari.

Relawan Pertamina Peduli M. Abassi Ali Bilhadj yang akrab disapa Billy, mengatakan, proses perakitan PLTS berlangsung selama 2 jam, dan setelah diuji coba langsung menyala.

“Terharu sekali, di tengah penghematan pemanfaatan BBM untuk genset," kata Bily. 

"Hadirnya PLTS ini sangat membantu pengungsi sehingga bisa melaksanakan aktivitas ibadah dan kegiatan membaca buku untuk anak - anak di malam hari dengan tenang. PLTS ini ibarat cahaya harapan di tenda pengungsian,“ ujar Billy.

Hingga tiga pekan pascabanjir bandang, daerah Aceh Tamiang masih terisolir. 

Sebagian besar wilayah ini hanya mampu diakses dengan berjalan kaki, dan beberapa bisa dengan kendaraan roda dua. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved