Banjir Landa Aceh
Duta Asing Ingin Bantu Aceh, Wali Nanggroe: Terhambat Status Bencana, Saya Kecewa
duta dari luar negeri untuk memberikan bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Duta dari luar negeri menghubungi Wali Nanggroe untuk memberikan bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh.Tapi bantuan internasional tidak dapat masuk ke Aceh karena belum ditetapkan status bencana Hidrometeorologi yang melanda Sumatera sebagai Darurat Bencana Nasional.Banyak warga Aceh yang kecewa dan berharap status bencana Aceh segera ditetapkan
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, PYM Malik Mahmud Al-Haythar mengaku dirinya banyak dihubungi oleh duta dari luar negeri untuk memberikan bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh.
Namun kata Wali, bantuan internasional saat ini tidak bisa masuk, lantaran Pemerinta Pusat belum menetapkan status bencana Hidrometeorologi yang melanda Sumatera sebagai Darurat Bencana Nasional.
"Saya banyak dihubungi oleh Duta Asing mereka ingin membantu, tetapi masalahnya belum dinyatakan darurat nasional.
Ini menurut peraturan nasional, kalau sudah diberikan deklarasi, mereka bisa masuk. Ini tentu kecewa, banyak kecewa saya," kata Wali usai kegiatan Zikir
KPA minta pusat buka jalur internasional
Sementara itu, Wakil Ketua KPA Pusat, Darwis Jeunib, mengatakan, meminta agar Pemerintah Pusat membuka jalur internasional untuk membantu Aceh, Medan dan Sumatera Barat.
"Serahkan kepada dunia luar untuk membantu Aceh Karena sekarang kita lihat, kalau gak ada negara-negara dari luar membantu Aceh, sampai 20 tahun ini Aceh masih bergelut dengan lumpur-lumpur," kata Darwis.
Menurutnya, kejadian bencana dan pembabatan hutan merupakan ulah manusia itu sendiri. Usai kayu di ambil dari hutan, dampaknya banjir bandang yang terjadi saat ini.
"Mana orang itu sekarang Kita harap kepada pemerintah pusat, kalau memang gak sanggup, buka pintu internasional untuk membantu Aceh dan Sumatera Barat itu saja," pungkasnya.
Jumlah korban banjir Aceh
Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh terus bertambah.
Menurut data terakhir dari Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh yang diupdate pada Minggu (14/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 430 orang.
“Laporan pemantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh korban meninggal dunia mencapai 430 orang dan hilang 32 orang,” kata Juru Bicara Posko Komando, Murthalamuddin.
Menurut Murthalamuddin, bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut mencakup 225 kecamatan dan 3.678 gampong.
Serta korban terdampak terdata 518.724 kepala keluarga (KK) atau 1.984.018 jiwa.
| Diterjang Banjir Puluhan Dapur Bata di Bireuen Hancur, Warga Menjerit Minta Dukungan Pemerintah |
|
|---|
| Banjir Luapan Kepung Pidie Jaya, Jalan Nasional Terganggu Hingga Mobil Terjebak |
|
|---|
| Empat Bulan Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Krisis Air Bersih |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Bailey di Blang Reubek-Aceh Utara Rampung, Kapasitas 20 Ton |
|
|---|
| Dua Jembatan Ambruk Akibat Banjir di Aceh Singkil belum Tersentuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wali-Nanggroe-Aceh-mengaku-dirinya-banyak-dihubungi-oleh-duta-dari-luar-negeri.jpg)