Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Ketua Asklin Aceh Soroti PLN, Listrik Padam Berkepanjangan Ganggu Layanan Kesehatan Secara Serius

Banyak peralatan kesehatan yang terhubung langsung dengan listrik menjadi terganggu bahkan berpotensi rusak akibat arus yang sering hidup mati.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Aceh, dr Teuku Yusriadi SpBA FIAPS 

Ketua Asklin Aceh Soroti PLN, Pemadaman Listrik Berkepanjangan Ganggu Layanan Kesehatan Secara Serius

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemadaman listrik yang terjadi hampir 20 hari terakhir di Kota Banda Aceh dan sejumlah wilayah di Provinsi Aceh menimbulkan dampak serius terhadap layanan kesehatan. 

Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu pelayanan kesehatan, baik di klinik maupun rumah sakit.

Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Aceh yang juga Dokter Bedah Anak RSUD Zainoel Abidin, dr Teuku Yusriadi SpBA FIAPS, mengatakan pemadaman listrik membuat fasilitas kesehatan secara nyata mengganggu pelayanan.

“Pemadaman listrik ini sangat-sangat membuat terganggunya pelayanan kesehatan di klinik dan rumah sakit,” ujarnya kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).

Pria yang akrab disapa Doto Popon mengungkapkan, tidak ada kejelasan dari pihak PLN, pengelola klinik dan rumah sakit terpaksa mengandalkan genset dengan biaya operasional yang tinggi.

“Untuk memberikan layanan kepada pasien, kami harus membeli dan menggunakan minyak non-subsidi sebagai bahan bakar genset,”

“Rata-rata pemakaian minyak untuk klinik rawat inap bisa mencapai sekitar Rp1 juta per hari. Belum lagi rumah sakit yang memiliki banyak ruangan layanan yang membutuhkan penerangan,” ujar Doto Popon.

Baca juga: Bahlil Janjikan Rabu atau Kamis Semua Jaringan Gardu Induk Listrik di Aceh Selesai

Selain biaya bahan bakar, ketidakstabilan arus listrik juga berdampak pada kerusakan alat-alat medis.

Menurutnya, banyak peralatan kesehatan yang terhubung langsung dengan listrik menjadi terganggu bahkan berpotensi rusak akibat arus yang sering hidup mati.

“Mesin-mesin laboratorium, radiologi, dan alat medis lainnya semuanya menggunakan listrik. Kalau arus tidak stabil, alat-alat ini sangat terganggu. Jika sampai rusak, biaya perawatan atau penggantian alat sangat besar,” katanya.

Doto Popon menyebutkan, lebih dari 400 klinik swasta di Aceh ada yang terdampak bencana banjir dan longsor, dan di perparah dengan juga pemadaman listrik menyeluruh.

Ketua Asklin Aceh itu mengungkapkan, banyak klinik di daerah yang tidak terdampak bencana, namun harus beroperasional terbatas karena pemadaman listrik yang sudah berlangsung 20 hari.

Selain itu, terputusnya distribusi obat-obatan memperparah operasional klinik.

Sebab, putusnya jalur transportasi dari Medan ke Aceh menyebabkan pasokan obat ke klinik dan rumah sakit mulai menipis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved