Kamis, 28 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Khutbah Idul Adha Sentil Moral Umat, Pawai Takbir Berlangsung Meriah

Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Ace

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI NDONESIA EDISI KAMIS 20260528 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di MRB Banda Aceh
  • Abiya Kuta Krueng mengingatkan umat Islam agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT di tengah perkembangan dunia modern saat ini
  • Gampong Ateuk Munjeng keluar sebagai juara pertama Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah, Posisi juara kedua diraih Gampong Lamdom dan juara ketiga diraih Gampong Tibang

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ribuan jamaah memadati pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Rabu (27/5/2026) pagi. Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat sejak jamaah mulai memenuhi area masjid hingga khutbah Idul Adha selesai disampaikan.

Amatan Serambi, sejak pukul 06.10 WIB jamaah dari Banda Aceh dan sejumlah daerah sekitarnya mulai berdatangan dan mengisi saf shalat. Dalam waktu singkat, area utama masjid dipenuhi jamaah hingga meluber ke pelataran dan kawasan sekitar menara luar masjid.

Shalat Idul Adha dimulai sekitar pukul 07.28 WIB dengan imam Tgk H Munawir Darwis. Sementara khutbah Idul Adha disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA), Tgk Dr H Anwar Usman atau yang akrab disapa Abiya Kuta Krueng.

Dalam khutbahnya, Abiya Kuta Krueng mengingatkan umat Islam agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT di tengah perkembangan dunia modern saat ini.

“Idul Adha mengajarkan kepada kita agar jangan menjadi manusia yang sombong, jangan jadi masyarakat yang saling bermusuhan, dan jangan menjadi umat yang lupa kepada Allah SWT di tengah perkembangan dunia modern hari ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar sejarah, melainkan pelajaran besar tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT yang telah diabadikan dalam Alquran. 

Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini bukan hanya persoalan duniawi, tetapi juga bagaimana mempertahankan nilai-nilai agama di tengah kepentingan pribadi dan hawa nafsu. “Hari ini banyak manusia mengaku beriman kepada Allah SWT. Tetapi ketika syariat Allah bertentangan dengan hawa nafsu dan bertentangan dengan kepentingannya, maka dia akan mencari alasan,” ujarnya.

Abiya Kuta Krueng juga menyinggung fenomena sebagian orang yang rela meninggalkan nilai kejujuran demi jabatan dan kepentingan sesaat. “Ada yang meninggalkan kejujuran demi jabatan, ada yang meninggalkan shalat demi urusan duniawi, bahkan ada yang mengorbankan agama demi popularitas dan kepentingan sesaat,” ungkapnya.

Karena itu, Abiya mengajak umat Islam di mana pun berada untuk menjadikan Idul Adha sebagai pengingat bahwa kecintaan kepada Allah SWT harus ditempatkan di atas segala-galanya. “Karena itu bapak ibu sekalian, Idul Adha mengajarkan kepada kita bahwa cinta kepada Allah harus ada di atas segala-galanya,” katanya. 

Pawai Takbir

Sementara itu, Pawai Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Banda Aceh berlangsung meriah, pada Selasa (26/5/2026) malam. Kegiatan tersebut dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

Pawai takbiran dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman dengan titik start dan finish di lokasi yang sama. Adapun rute pawai dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman menuju Simpang Kodim, Simpang Peuniti, Simpang Surabaya, Simpang Jambo Tape, Simpang Lima, kemudian kembali lagi ke Masjid Raya Baiturrahman.

Saat membacakan sambutan Gubernur Aceh, M Nasir mengajak masyarakat menjadikan malam takbiran sebagai momentum memperkuat syiar Islam dan kebersamaan di tengah masyarakat Aceh. “Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam, budaya santun, dan semangat kebersamaan. Karena itu, malam takbiran ini harus menjadi momentum syiar Islam yang berlangsung tertib, aman, damai, dan penuh kekhidmatan,” ujar Nasir.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, juga hadir bersama warga menyaksikan pelaksanaan pawai. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung. “Mohon untuk masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Illiza.

Ia juga mengapresiasi tim oranye DLHK3 Kota Banda Aceh yang tetap siaga membersihkan kota usai pelaksanaan pawai. “Apresiasi saya kepada tim oranye yang selalu siaga pasca kegiatan pawai,” sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved