Banjir Landa Aceh
Warga Berjalan 10 Jam Jemput Bantuan
"Distribusi logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues masih terganggu.” SUHAIDI, Bupati Gayo Lues
Ringkasan Berita:
- Bupati Gayo Lues mengatakan Distribusi logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues masih terganggu
- Dampak banjir bandang dan longsor membuat warga berjalan kaki selama 10 jam untuk menjemput bantuan
- Warga bergotong royong menyeberangkan mobil ambulans menggunakan rakit di Sungai Kala Tripe
"Distribusi logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues masih terganggu.” SUHAIDI, Bupati Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Dampak banjir bandang dan longsor yang menghantam Kabupaten Gayo Lues, membuat warga Kecamatan Pining terkurung. Bahkan, mereka terpaksa berjalan kaki selama 10 jam untuk menjemput bantuan.
Informasi yang dihimpun TribunGayo.com menyebutkan, ruas jalan nasional maupun provinsi di wilayah tengah Aceh, tepatnya Gayo Lues, hingga kini masih tertimbun longsor dan arus transportasi masih lumpuh total.
"Distribusi logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues masih terganggu. Karena akses jalan masih putus total, terutama ruas jalan antara kecamatan di kabupaten itu," kata Bupati Gayo Lues, Suhaidi.
Dikatakan, Kabupaten Gayo Lues juga masih krisis bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji. Serta arus listrik yang belum normal dan masih diberlakukan sistem menyala secara bergiliran.
BBM dan elpiji dipasok lewat jalur Babahrot Blangpidie menuju Terangun dengan medan yang sangat berat.
Sabri, warga Pining mengaku, warga di Kecamatan Pining hingga saat ini masih terkurung dan terisolasi "Bahkan warga untuk menjemput bantuan dari pemerintah daerah juga terpaksa harus berjalan kaki hingga ke arah desa Uring atau sekitar 10 jam perjalanan kaki.
Akses menuju Kecamatan Pining masih tertimbun longsor dan sebagian besar ruas jalan provinsi itu putus total. Begitu juga halnya dari Kecamatan Pining menuju Lokop Aceh Timur juga masih putus total, sehingga warga masih terkurung," sebutnya.
Pakai rakit jeriken
Sementara itu, warga sejumlah desa di Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, bergotong royong menyeberangkan mobil ambulans Puskemas Tripe Jaya menggunakan rakit di Sungai Kala Tripe, Senin (15/12/2025).
Rakit yang digunakan untuk menyeberangkan ambulans itu menggunakan jeriken berlantai kayu. Upaya menyeberangkan ambulans yang penuh tantangan dan rintangan itu disaksikan ratusan warga Desa Rerebe.
Setelah ambulans sudah naik ke atas rakit, kemudian mobil tersebut diikat, lalu ditarik menggunakan tali sling. Ambulans Puskesmas Tripe Jaya tersebut sempat terkurung karena banjit dan longsor yang melanda wilayah itu, beberapa hari lalu.
"Dengan modal nekat, warga bergotong royong menyeberangkan mobil ambulans menggunakan rakit di Sungai Kala Tripe. Hal itu dilakukan karena jalan dan jembatan Rerebe putus total," kata Samsinar, petugas Puskesmas Tripe Jaya, kepada TribunGayo.com, Selasa (16/12/2025).
Dikatakan, hingga saat ini kendaraan roda empat belum bisa melintas ke Kecamatan Tripe Jaya, kecuali kendaraan roda dua melalui jembatan darurat yang dibangun warga secara bergotong royong.
Terpisah, Iskandar, warga Rerebe lain mengatakan, warga berinisiatif dan nekat menyeberangkan mobil Ambulans Puskemas menggunakan rakit, setelah sempat terkurung hampir tiga pekan lebih.
"Mobil ambulans tetap standby di Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, sehingga saat ada warga yang harus dirujuk ke rumah sakit di kabupaten Gayo Lues, sudah bisa menggunakan Ambulans itu setelah diseberangkan," sebutnya.(c40)
Banjir Landa Aceh
Bantuan korban banjir
Warga Berjalan 10 Jam Jemput Bantuan
korban banjir
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Pastikan Percepatan Rehab Rekon, Besok Mengadri Inspeksi ke Pantai Utara Aceh |
|
|---|
| Hari Ke-55 Pascabanjir, Kayu Masih Menumpuk di Desa Rantau Panjang-Aceh Timur |
|
|---|
| Ekses Banjir Bandang, Ribuan Kitab Santri Ponpes Terpadu Dayah Ibdaul Islam Aceh Tamiang Rusak |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Permanen Krueng Tingkeum-Bireuen Dimulai, Target Rampung 8 Bulan |
|
|---|
| Safrizal ZA Ingatkan Sopir dan Pemilik Truk Patuhi Batas 30 Ton di Jembatan Kuta Blang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Warga-Berjalan-10-Jam-Jemput-Bantuan.jpg)