Kamis, 14 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Safrizal ZA Ingatkan Sopir dan Pemilik Truk Patuhi Batas 30 Ton di Jembatan Kuta Blang

“Jika truk melebihi 30 ton lewat terus-menerus, kami khawatir akan membahayakan pengguna jalan. Risiko kerusakan struktur bisa memicu kecelakaan...

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Melintas – Berbagai jenis kendaraan melintasi jembatan bailey Kuta Blang, Bireuen, Minggu (18/1/2026). 

 

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Safrizal ZA, mengingatkan seluruh pemilik truk tronton dan pelaku usaha transportasi di Aceh untuk tidak melanggar batas tonase maksimal 30 ton saat melintasi jembatan darurat di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. 

Menurutnya, pembatasan tonase ini diberlakukan karena jembatan bailey atau sementara tersebut hanya dirancang dengan kapasitas maksimum 30 ton sesuai standar teknis keselamatan.

“Ini langkah penting agar akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi bisa pulih lebih cepat," ujar mantan Pj Gubernur Aceh itu, Senin (20/1/2026).

Safrizal menjelaskan, pembatasan tonase ini bersifat sementara hingga jembatan permanen selesai dibangun.

Ia menegaskan bahwa pemancangan tiang jembatan permanen akan dimulai hari ini, sebagai bagian dari rangkaian percepatan rehabilitasi infrastruktur pascabencana. 

Ia menilai, bahwa pelanggaran tonase berulang kali dapat mengancam stabilitas konstruksi jembatan darurat yang saat ini menjadi satu-satunya akses utama di wilayah tersebut.

“Jika truk melebihi 30 ton lewat terus-menerus, kami khawatir akan membahayakan pengguna jalan. Risiko kerusakan struktur bisa memicu kecelakaan yang jauh lebih fatal,” tegasnya.

Karena itu, Safrizal meminta seluruh pemilik truk, sopir, dan perusahaan angkutan untuk turut menyosialisasikan penggunaan armada di bawah 30 ton. 

Ia juga menegaskan, bahwa kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan murni demi keselamatan bersama. 

“Kami mengajak semua pihak patuh demi keamanan dan kenyamanan masyarakat Aceh yang melintasi Jembatan Kutablang,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Cegah Overload, Pemerintah Siapkan Timbangan Truk di Jembatan Bailey Kuta Blang

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved