Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Pidie

Bunda PAUD Pidie Antar Bantuan Kemendikdasmen RI, SD Terdampak Banjir

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pendidikan serta voucher bantuan tunai senilai Rp 20 juta untuk masing-masing sekolah penerima.

Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
ANTAR BANTUAN - Bunda PAUD Pidie Rohana Razali STp menyerahkan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke salah satu sekolah terdampak banjir di SD Dayah Tanoh, Mutiara Timur, Pidie, Rabu (17/12/2025). 

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pendidikan serta voucher bantuan tunai senilai Rp 20 juta untuk masing-masing sekolah penerima.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Musibah banjir besar melanda Aceh pada Rabu 26 November 2025 lalu.

Sejumlah rumah sekolah khususnya di Pidie menjadi dampak korban banjir tersebut.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia menyalurkan bantuan ke sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie yang terdampak banjir. 

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bunda PAUD Kabupaten Pidie, Hj Rohana Razali,STP, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pidie, Yusmadi MPd, Kabid GTK Heryadi MPd dan rombongan, Rabu (17/12/2025).

Bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pendidikan serta voucher bantuan tunai senilai Rp 20 juta untuk masing-masing sekolah penerima.

Tiga sekolah dasar yang menerima bantuan voucher tersebut yakni SD Negeri Dayah Tanoh, SD Negeri 1 Kecamatan Mutiara Timur, dan SD Negeri 4 Kecamatan Mutiara Timur. 

Selain bantuan tunai, ketiga sekolah juga menerima bingkisan penunjang kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, PAUD Nurussalam Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, menerima bantuan dalam bentuk paket kebutuhan peserta didik usia dini berupa susu, kue atau roti, alat tulis, buku bacaan, serta perlengkapan mewarnai.

Bunda PAUD Kabupaten Pidie, Hj Rohana Razali, mengatakan bantuan tersebut merupakan amanah dari pemerintah pusat yang disalurkan untuk membantu satuan pendidikan yang terdampak langsung banjir. 

Namun, ia menegaskan bahwa bantuan ini tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pembenahan infrastruktur sekolah yang rawan bencana.

“Kami harapkan bantuan ini dapat membantu pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Tetapi persoalan mendasar di beberapa sekolah, khususnya SD Negeri Dayah Tanoh, adalah kondisi bangunan yang sangat rendah dan selalu terendam banjir setiap musim hujan,” ujar Hj Rohana Razali.

Dalam kunjungannya ke SD Negeri Dayah Tanoh, Kecamatan Mutiara Timur, Hj Rohana Razali menyoroti perlunya pembangunan gedung sekolah dua lantai sebagai solusi jangka panjang.

Menurutnya, tanpa perbaikan struktur bangunan, aktivitas pendidikan akan terus terganggu setiap kali banjir terjadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved