Selasa, 21 April 2026

Listrik Padam di Aceh

Interkoneksi Terhubung, Ini Tahap Pemulihan Listrik Aceh Selanjutnya, Target Normal Dalam 48 Jam

Direktur Utama PLN menegaskan bahwa jalur transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan tulang punggung utama sistem kelistrikan

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Muhammad Hadi
DOK HUMAS PLN
Petugas PLN ketika melakukan penyambungan kabel transmisi SUTT 150 kV Arun - Bireuen di atas emergency tower. PLN juga telah menuntaskan pemulihan jaringan transmisi 150 kV Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 WIB. 

SERAMBINEWS.COM - Proses pemulihan krisis kelistrikan di Aceh akhirnya memasuki babak baru yang sangat menentukan.

PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa resmi tuntas dipulihkan pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 WIB.

Keberhasilan ini menandai berakhirnya isolasi sistem kelistrikan Aceh dari jaringan interkoneksi Sumatera setelah 21 hari sebelumnya terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa jalur transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan backbone atau tulang punggung utama sistem kelistrikan Sumatra–Aceh.

Pulihnya jalur ini menjadi pintu masuk bagi pasokan listrik dalam skala besar untuk kembali menerangi wilayah Aceh secara menyeluruh.

“Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025), dikutip dari Kontan.co.id.

Baca juga: Update Listrik di Aceh per Rabu: Kini Sudah Terhubung ke Jaringan Sumatra, PLTU Nagan Mulai Menyala

Butuh waktu 48 jam untuk tahap pemulihan selanjutnya

Meskipun interkoneksi sudah tersambung, PLN menjelaskan bahwa listrik belum bisa langsung normal secara instan di semua titik.

Tahapan krusial selanjutnya adalah pengoperasian pembangkit listrik utama di Aceh, khususnya PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4.

Darmawan mengungkapkan, untuk pengoperasian pembangkit tersebut, akan memakan waktu sekitar 48 jam kedepan.

Durasi tersebut diperlukan untuk memastikan beberapa tahapan teknis berjalan aman, di antaranya pemanasan unit pembangkit, sinkronisasi dengan sistem interkoneksi, hingga pengujian keandalan untuk menjamin pasokan listrik stabil dan andal.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” jelas Darmawan.

Baca juga: Setelah Beberapa Hari Padam, Sore Ini Aliran Listrik Sebagian Besar Kota Langsa Sudah Menyala

Sementara itu, dalam laporan terbaru yang disampaikan PT PLN (Persero) melalui tim Humas PLN UID Aceh pada Rabu (17/12/2025), PLTU Unit 2 Nagan Raya telah berhasil dinyalakan.

Saat ini, PLN mulai fokus untuk menyalakan PLTU Nagan Raya Unit 3 dan 4.

Setelah daya dari pembangkit dan jaringan interkoneksi tersedia, PLN mulai mengalirkan energi listrik secara luas ke 20 Gardu Induk, 558 Penyulang (feeder) dan 15.717 Gardu Distribusi di seluruh Aceh.

"Pemulihan dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk memastikan kondisi listrik benar-benar stabil dan aman sebelum sepenuhnya normal," ujar tim Humas PLN UID Aceh dalam keterangan yang diterima Serambinews.com, Rabu (17/112/2025).

Mohon dukungan dan doa masyarakat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved