Minggu, 17 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jalur Interkoneksi Pulih, Listrik Aceh Diperkirakan Normal dalam 48 Jam

Pulihnya jalur interkoneksi ini menandai berakhirnya isolasi sistem kelistrikan Aceh dari sistem interkoneksi Sumatra selama 21 hari terakhir

Tayang:
Editor: mufti
DOK HUMAS PLN
PEMULIHAN LISTRIK ACEH - Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar (kanan) dan General Manager PLN UIP Sumbagut, Dewanto (kedua dari kanan) meninjau langsung salah satu titik lokasi perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan. 

Ringkasan Berita:
  • PLN menuntaskan pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan-Langsa pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 Wib
  • Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, transmisi Pangkalan Brandan-Langsa merupakan tulang punggung sistem kelistrikan Sumatra-Aceh
  • Penormalan listrik di Aceh saat ini dilakukan secara bertahap seiring pemulihan sistem kelistrikan pascabencana

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – PLN menuntaskan pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan-Langsa pada Rabu (17/12/2025) pukul 13.30 Wib. Pulihnya jalur interkoneksi ini menandai berakhirnya isolasi sistem kelistrikan Aceh dari sistem interkoneksi Sumatra selama 21 hari terakhir akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan, transmisi Pangkalan Brandan-Langsa merupakan tulang punggung sistem kelistrikan Sumatra-Aceh. Keberhasilan pemulihan jalur tersebut membuka jalan bagi pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh di Aceh.

“Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra-Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Rabu (17/12/2025).

PLN menjelaskan, setelah interkoneksi dinyatakan aman, tahapan selanjutnya adalah pengoperasian pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya Unit 2, 3, dan 4. Proses ini diperkirakan memerlukan waktu sekitar 48 jam karena harus melalui tahapan pemanasan unit, sinkronisasi sistem, serta pengujian untuk memastikan pembangkit beroperasi optimal dan andal.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan secara berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke tahap pengoperasian pembangkit agar pasokan listrik benar-benar optimal dan mampu menopang sistem secara andal,” jelasnya.

Selanjutnya, pasokan listrik akan disalurkan secara bertahap melalui 20 gardu induk, 558 penyulang, dan 15.717 gardu distribusi yang melayani wilayah Aceh. Hingga kini, lebih dari 1.600 petugas PLN masih disiagakan untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan aman.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan masyarakat, mengingat di sejumlah wilayah masih terdapat genangan air dan lumpur sehingga penormalan jaringan harus dilakukan secara hati-hati.

“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” tutup Darmawan. Masyarakat diimbau untuk bersabar selama proses normalisasi berlangsung. Perkembangan terbaru pemulihan kelistrikan Aceh akan terus disampaikan melalui kanal resmi PLN.

Mulai Menyala

Menyusul pulihnya jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan-Langsa, aliran listrik di sebagian besar wilayah Kota Langsa akhirnya kembali menyala pada Rabu (17/12/2025) sore, setelah beberapa hari mengalami pemadaman. Hingga pukul 15.00 WIB, pasokan listrik dilaporkan telah kembali normal di mayoritas kawasan kota.

Manager ULP Langsa Kota, Bian Wahyudi, mengatakan pemulihan aliran listrik saat ini masih dilakukan secara bertahap. Penormalan bergantung pada kondisi pembangkit dan instruksi operasi dari pusat. “Masih ada beberapa titik yang belum menyala, tergantung kesiapan pembangkit. Jika sudah ada perintah operasi, kami akan langsung melakukan penormalan,” ujarnya.

Bian memastikan, untuk wilayah Kota Langsa tidak terdapat kendala berarti. Seluruh tiang yang sempat tumbang serta trafo yang mengalami kerusakan telah diperbaiki. “Insya Allah, untuk wilayah kota tidak ada kendala. Semua tiang tumbang dan trafo rusak sudah kita perbaiki,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa titik Saluran Kabel Tegangan Rendah (SKTR) atau sambungan rumah (SR) yang belum sepenuhnya tertangani. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap seiring proses pemulihan berjalan.

Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) juga demikian. Setelah padam total sejak 9 Desember 2025, pasokan listrik kini telah kembali menyala sekitar 80 persen. Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blangpidie, Zafandilla, mengatakan pemulihan aliran listrik terus dilakukan secara bertahap.

“Alhamdulillah, hingga saat ini listrik di Abdya sudah menyala sekitar 80 persen. Petugas masih bekerja di lapangan. Insya Allah segera menyala 100 persen,” ujar Zafandilla kepada Serambi.

Ia menjelaskan, listrik mulai menyala di sebagian wilayah Abdya sejak pukul 04.00 WIB dan mencapai sekitar 80 persen pada pukul 08.00 WIB. Pasokan listrik dari PLTU Nagan Raya Unit 1 dan 2 sudah masuk ke sistem, sementara Unit 3 dan 4 masih menunggu proses sinkronisasi dengan sistem Sumatra Utara.

Menurutnya, penormalan listrik di Aceh saat ini dilakukan secara bertahap seiring pemulihan sistem kelistrikan pascabencana. “Mudah-mudahan listrik terus menyala. Kami terus memaksimalkan seluruh upaya agar sistem segera kembali normal,” katanya.(ar/zb/m)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved