Selasa, 28 April 2026

Subulussalam

Kejari Subulussalam Peringati HBN, Tanpa Aceh Sejarah Bela Negara tidak Lengkap

"Setiap tanggal 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
Hari Bela Negara: Kejaksaan Negeri Subulussalam menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77, Kamis (19/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Subulussalam, menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di halaman kantor kejaksaan setempat, Jumat (19/12/2025).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Subulussalam Delfiandi, SH, MH. Sedangkan peserta upacara seluruh pegawai di jajaran Kejari Subulussalam.

Dalam kesempatan itu Kasi Intel selaku inspektur upacara membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam amanatnya disebutkan bahwa peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77, sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

"Setiap tanggal 19 Desember, kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer II mengancam keberlangsungan Republik," ujarnya. 

Baca juga: Pegang Cangkul dan Sekop Serta Kereta Sorong, Ratusan Relawan FISIP Unimal Bersihkan Lumpur Banjir

Peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri.

Peringatan HBN tahun ini mengusung tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.

Tema ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian.

Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknolog, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa. 

Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi. 

Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia.

"Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tengah diuji oleh bencana alam," kata Delfiandi saat bacakan amanat Persiden.

Ketiga wilayah itu memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi semua untuk hadir dan membantu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved