Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Penelitian Ungkap Pengaruh Kekerasan Seksual terhadap Perilaku Seks Bebas Mahasiswa di Banda Aceh

Tim peneliti dari salah satu perguruan tinggi di Aceh menyelesaikan penelitian berjudul “Pelecehan dan Kekerasan Seksual Kaitannya

Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
Istimewa
Penelitian Ungkap Pengaruh Kekerasan Seksual terhadap Perilaku Seks Bebas Mahasiswa di Banda Aceh 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim peneliti dari salah satu perguruan tinggi di Aceh menyelesaikan penelitian berjudul “Pelecehan dan Kekerasan Seksual Kaitannya dengan Perilaku Seks Bebas di Kalangan Mahasiswa”.

Penelitian ini mengkaji secara empiris keterkaitan pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual dengan kecenderungan perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa, sebagai dasar perumusan kebijakan preventif dan layanan perlindungan kampus. 
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup menggunakan instrumen SIKARES-M (Skala Integratif Kekerasan Seksual dan Perilaku Seksual Berisiko), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.

“Temuan utama penelitian, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengalaman pelecehan seksual maupun kekerasan seksual berpengaruh signifikan terhadap potensi terbentuknya perilaku seks bebas pada mahasiswa,” ungkap Hetti dalam keterangannya, Jumat (19/12/2025).

Secara parsial, pelecehan seksual berpengaruh signifikan terhadap perilaku seks bebas dengan nilai signifikansi 0,020 (< 0>

“Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman traumatis akibat kekerasan seksual memiliki dampak psikologis yang lebih besar dalam mendorong perilaku seksual berisiko dibandingkan pelecehan seksual,” ungkap Hetti.

Implikasi Akademik dan Kebijakan Kampus

Dikatakan, penelitian ini memperkuat teori self-medication, yang menjelaskan bahwa individu yang mengalami trauma emosional cenderung mencari pelarian melalui perilaku kompulsif, termasuk perilaku seksual berisiko.

Oleh karena itu, penanganan kekerasan seksual di kampus tidak dapat hanya bersifat administratif, tetapi harus disertai pendekatan psikososial dan edukatif.

Berdasarkan hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan kepada Perguruan Tinggi di Aceh untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus, menyediakan layanan konseling kampus yang responsif dan ramah korban.

Kemudian mengembangkan kebijakan kampus yang aman, rahasia, dan non-diskriminatif bagi korban, serta mengintegrasikan pendidikan karakter, kesadaran gender, dan seksualitas sehat berbasis nilai moral dan agama dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

“Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat, khususnya Perguruan Tinggi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkeadilan, sekaligus mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual dan perilaku seks berisiko di kalangan mahasiswa,” tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved