Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Ustaz Kondang Hanan Attaki Ceramah di Masjid Oman, Kupas Haji sebagai Transformasi Diri

Dalam ceramahnya, Ustaz Hanan menekankan haji sebagai momentum transformasi diri, bukan sekadar ritual atau tujuan di masa tua.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
CERAMAH DI MASJID OMAN - Ustaz Hanan Attaki saa berbicara tentang haji dalam kegiatan “Banda Aceh Berhaji” yang digelar pada Selasa (21/4/2026) malam, di Masjid Oman Al-Makmur, Banda Aceh. Foto/Dok Masjid Oman Al Makmur 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh menggelar kegiatan Banda Aceh Berhaji pada Selasa (21/4/2026) malam, menghadirkan Ustaz Hanan Attaki dan ratusan jamaah muda.
  • Dalam ceramahnya, Ustaz Hanan menekankan haji sebagai momentum transformasi diri, bukan sekadar ritual atau tujuan di masa tua.
  • Acara ini juga meneguhkan Masjid Oman sebagai pusat gerakan keumatan, mendorong generasi muda menjadikan haji bagian dari perjalanan spiritual sejak dini.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Oman Al-Makmur Banda Aceh kembali menjadi pusat pembinaan umat melalui kegiatan Banda Aceh Berhaji yang digelar Selasa (21/4/2026) malam. 

Acara ini menghadirkan dai muda nasional, Ustaz Hanan Attaki, serta diikuti ratusan jamaah, mayoritas generasi muda.

Hadir pula unsur Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh, Forkopimda, tokoh masyarakat, dan mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dalam tausiahnya, Ustaz Hanan menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual atau tujuan di masa tua, melainkan momentum transformasi diri yang harus dimulai sejak sekarang. 

Ia menyebut, haji sebagai proses identity reset, di mana Ka’bah menjadi titik nol spiritual yang mengembalikan manusia pada hakikatnya sebagai hamba Allah.

Menurutnya, orang yang pulang dari haji seharusnya membawa perubahan nyata dalam sikap, pola pikir, dan kualitas spiritual, bukan hanya status baru.

Baca juga: Ustaz Hanan Attaki di Sigli, Bicara Cinta, Islam dan Percepat Pernikahan

Ustaz Hanan juga mengaitkan ibadah dengan kesehatan mental. 

Ia menjelaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan kehidupan batin manusia.

Ibadah melatih ketenangan jiwa, sementara muamalah membangun hubungan sosial yang sehat.

Ia menekankan pentingnya tazkiyatun nafs untuk mengelola emosi, serta orientasi akhirat yang memberi makna hidup lebih dalam.

Allah menilai hati dan ketakwaan, bukan penampilan luar.

Lebih lanjut, ia menyoroti lima lingkaran kehidupan yang harus dijaga: keluarga, tetangga, guru, sahabat, dan lingkungan. 

Kelima aspek ini menjadi fondasi kehidupan yang stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved