Berita Aceh Timur
Kondisi Terkini Listrik di Aceh Timur, 27 Desa Lagi Masih Padam
Pascabanjir bandang yang merusak banyak fasilitas umum di Aceh Timur hingga padamnya listrik selama dua pekan terakhir, kondisi terkini
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Dari 513 desa di Aceh Timur, sebanyak 486 desa sudah kembali dialiri listrik PLN setelah padam selama dua pekan akibat banjir bandang.
- Pemadaman masih terjadi di 27 desa di wilayah Peunaron, Serbajadi, Simpang Jernih, dan Pante Bidari karena banyak tiang listrik rusak serta akses tertutup lumpur dan kayu.
- PLN mengerahkan 50 petugas dan alat berat. Proses penormalan listrik diperkirakan membutuhkan waktu minimal dua minggu lagi.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.CO,M, IDI - Pascabanjir bandang yang merusak banyak fasilitas umum di Aceh Timur hingga padamnya listrik selama dua pekan terakhir, kondisi terkini pada Jumat (18/12/2025) dari total 513, desa di Aceh Timur, 486 di antaranya sudah mulai nyala listrik PLN.
Sisa 27 desa lainnya masih tetap padam.
Pantauan Serambinews.com, di lapangan listrik normal pertama kali usai dua pekan padam, tepatnya pada Rabu (17/12/2025) lalu.
Kemudian 486 desa saat ini mulai normal lagi arus listriknya, sementara untuk 27 desa lagi masih menunggu perbaikan akibat banyak tiang listrik yang patah dan tumbang akibat banjir bandang.
Sebanyak 27 desa tersebut meliputi 21 desa di Kecamatan Peunaron, Serbajadi dan Simpang Jernih.
Enam desa lagi di wilayah Pante Bidari.
Baca juga: VIDEO - Viral! Pria Bertubuh Kekar Adu Mulut dengan Inang-inang Soal Sengketa Tanah
Manager ULP PLN Peureulak Andre Harmaizi, menjelaskan bahwa 50 petugas PLN dikerahkan ke wilayah yang masih bermasalah, seperti Lokop dan Simpang Jernih.
Banyak petugas PLN saat ini kewalahan karena di Serbajadi dan Simpang Jernih banyak tiang yang tumbang dan tertindih kayu. Selain itu akses jalan di sana masih banyak tertutupi lumpur dan gelondongan kayu.
"Ada sekitar 30 batang tiang listrik yang tumbang di Lokop saja, dan kita butuh alat berat juga untuk pembersihan agar bisa memasukkan tiang listrik baru," kata Andre.
Sementara itu, Manager ULP Idi, Iwan Syahputra, menjelaskan ada 6 desa yang masih belum normal listriknya, 6 desa tersebut berada dalam kawasan Pante Bidari.
"Kita masuk menerobos menggunakan trail dan mendapati 13 batang tiang listrik patah dan hancur, itu masih setengahnya, masih banyak lagi yang belum bisa kita temukan karena banyak luntur dan kayu yang menutupi jalan dan titik lokasi tiang dan trafo listrik," tuturnya.
Pihaknya sudah meminta alat berat untuk pembersihan titik lokasi agar proses penormalan listrik bisa terus dilakukan.
Baca juga: Mualem Imbau Seluruh Masjid di Aceh Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Banjir
Ia memprediksi situasi seperti ini membutuhkan waktu minimal 2 minggu lagi untuk listrik bisa hidup secara normal kembali. (*)
| Pemkab Aceh Timur Pusatkan Pawai Takbir Keliling di Simpang Ulim |
|
|---|
| Jelang Lebaran Idul Adha, Segini Harga Bahan Pokok di Aceh Timur Hari Ini |
|
|---|
| Klub Al-Farlaky FC Bertolak ke Putaran Nasional Liga 4 di Magelang |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Warga Aceh Timur Waspadai Hujan Deras dan Sambaran Petir |
|
|---|
| Data Penerima Jadup Tahap 2 Aceh Timur Diserahkan ke Satgas PRR Kemendagri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebut-perbaikan-19122025.jpg)