Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Jusuf Kalla Tinjau Banjir Aceh Utara, Sebut Dampaknya Lebih Luas dari Tsunami

Dalam kunjungannya, JK melihat kondisi rumah warga yang sebagian hancur dan sebagian lainnya dipenuhi lumpur serta pasir sisa banjir.

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/MASRIADI SAMBO
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meninjau Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat 19/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025).
  • Dalam kunjungannya, JK melihat kondisi rumah warga yang sebagian hancur dan sebagian lainnya dipenuhi lumpur serta pasir sisa banjir.
  • Menurutnya, dari sisi kerusakan bangunan, dampak banjir kali ini tidak separah tsunami yang pernah melanda Aceh.

 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025).

Dalam kunjungannya, JK melihat kondisi rumah warga yang sebagian hancur dan sebagian lainnya dipenuhi lumpur serta pasir sisa banjir.

Menurutnya, dari sisi kerusakan bangunan, dampak banjir kali ini tidak separah tsunami yang pernah melanda Aceh.

“Kalau tsunami dulu, semua rumah hancur. Sekarang tidak semua rumah hancur, tetapi banyak yang dipenuhi lumpur dan pasir,” ujar JK saat meninjau lokasi, didampingi Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil serta sejumlah pejabat PMI.

Meski demikian, JK menilai dari sisi luas wilayah terdampak, banjir kali ini justru lebih parah dibandingkan tsunami.

Banjir melanda banyak wilayah dan memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas.

Selain meninjau permukiman warga, JK juga mengunjungi masjid serta lokasi pengungsian korban banjir di Aceh Utara.

Baca juga: Kondisi Terkini Listrik di Aceh Timur, 27 Desa Lagi Masih Padam

PMI Gelar Operasi Kemanusiaan

JK menyampaikan bahwa PMI telah menggelar operasi kemanusiaan di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh sejak 27 November 2025 hingga saat ini.

“PMI menyiapkan bahan makanan, logistik, pengobatan gratis, serta penyediaan air bersih bagi para korban banjir,” katanya.

Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Sebelumnya dilaporkan, hingga saat ini sebanyak 71.637 warga terdampak banjir masih bertahan di 226 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain merusak permukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur pertanian.

Sebanyak 12 daerah irigasi utama dilaporkan rusak, sementara delapan daerah irigasi tersier juga terdampak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved