Minggu, 31 Mei 2026

Berita Bireuen

Menunggu Giliran di Jembatan Awe Geutah, Warga Saling Berbagi Cerita

Setiap 10 hingga 30 menit sekali, petugas Satlantas memberi aba-aba: kendaraan dari arah timur ke barat dipersilakan melintas

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS/Yusmandin Idris
Melintas- Kendaraan melintas jembatan Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan Bireuen, Jumat (19/12/2025). SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak Kamis (18/12/2025) sore, jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup di Peusangan Selatan kembali menjadi jalur penting penghubung Bireuen–Lhokseumawe dan Banda Aceh–Medan. 

Namun, arus kendaraan di sana kini berjalan dengan sistem buka tutup.

Setiap 10 hingga 30 menit sekali, petugas Satlantas memberi aba-aba: kendaraan dari arah timur ke barat dipersilakan melintas, lalu giliran dari arah sebaliknya. 

Di sela menunggu, suasana antrian justru menghadirkan cerita lain.

Puluhan sepeda motor berjejer di pinggir jalan, sementara mobil dan truk parkir rapi sepanjang Desa Uteun Gathom. 

Baca juga: Jembatan Awe Geutah Paya–Teupin Reudeup Berlakukan Sistem Buka Tutup, Antrian Kendaraan Mengular

Beberapa pengendara memilih beristirahat di warung kopi atau meunasah yang berdiri di tepi jalan. 

Ada yang menyeruput kopi panas, ada pula yang sekadar berbincang ringan untuk mengusir bosan.

“Kalau lama menunggu, kami singgah dulu di warung. Jadi tidak terasa,” ujar seorang warga sambil tersenyum.

Meski jalur menuju jembatan masih dipenuhi lumpur dan debu beterbangan, semangat warga tetap tinggi. 

Anak-anak terlihat bermain di halaman masjid, sementara orang tua mengingatkan pengendara roda dua agar berhati-hati melewati jalan licin.

Di atas jembatan, sejumlah pekerja sibuk memeriksa konstruksi, sementara petugas Satlantas dan Dinas Perhubungan mengatur arus kendaraan. 

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, melalui Kasat Lantas AKP Aditya, menyebut ada 20 personel yang berjaga penuh selama 24 jam. 

“Kami menyesuaikan sistem buka tutup dengan kondisi lapangan. Semua demi kelancaran dan keselamatan,” katanya.

Bagi warga, menunggu giliran di jembatan bukan sekadar soal lalu lintas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved