Banjir Landa Aceh
MPU Aceh Ingatkan Lembaga yang Bantu Aceh Jaga Kearifan Lokal, tak Bawa Misi Agama Tertentu
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengingatkan semua lembaga yang membantu Aceh, terutama yang memberi...
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali mengingatkan lembaga kemanusiaan agar kegiatan trauma healing tetap memperhatikan kearifan lokal Aceh.
- Ia menegaskan bantuan kemanusiaan harus murni tanpa membawa misi agama tertentu, terutama dari lembaga luar.
- MPU juga meminta menghindari bahasa dan nyanyian yang identik dengan agama di luar Islam dalam penanganan korban bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali mengingatkan semua lembaga yang membantu Aceh, terutama yang memberi trauma healing, agar tetap menjaga kearifan lokal yang berlaku di daerah setempat.
"Beban mental itu akan sangat tepat apabila dipadukan dengan budaya lokal," kata Tgk Faisal kepada Serambinews.com, Jumat (19/12/2025).
"Kami berharap kepada siapapun yang terlibat benar-benar bekerja untuk kemanusian," tambahnya.
Baca juga: Ketua MPU Aceh Kecam Penyebar Hoaks di Tengah Bencana Banjir, Abu Sibreh: Dosa yang Beranak Pinak
Tgk Faisal meminta lembaga-lembaga kemanusiaan, terutama lembaga dari luar agar tidak membawa misi agama tertentu di tengah bencana.
"Hindari bahasa dan nyayian yang identik dengan agama di luar Islam. Kita sangat menghargai setiap bantuan NGO," terang Tgk Faisal.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-MPU-Aceh_Tgk-H-Faisal-Ali_2024.jpg)