Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Peringatan HBN ke-77, Bupati Aceh Barat Tekankan Bela Negara sebagai Kekuatan Kolektif

Dalam kondisi tersebut, Tarmizi menekankan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan ancaman militer.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. Kominsa
PERINGATAN HBN - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM saat memimpin peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Jumat (19/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, ACEH BARATBupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM menegaskan bahwa semangat bela negara tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Tarmizi saat memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Jumat (19/12/2025).

Dalam amanatnya, Tarmizi mengingatkan bahwa peringatan Hari Bela Negara merujuk pada peristiwa bersejarah berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada 19 Desember 1948, di tengah agresi militer Belanda yang mengancam keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada semangat kolektif rakyat dalam mempertahankan negara.

Semangat itu, kata dia, masih sangat relevan di tengah berbagai tantangan global saat ini.

“Tema Hari Bela Negara tahun ini, Teguhkan Bela Negara Untuk Indonesia Maju, menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan,” ujar Tarmizi.

Baca juga: Krisis Kemanusiaan di Aceh, Massa di Meulaboh Tuntut Bantuan Asing Diizinkan Masuk

Ia menilai, dinamika global yang ditandai dengan rivalitas geopolitik, krisis energi, perkembangan teknologi yang disruptif, serta maraknya manipulasi informasi dan disinformasi menuntut penguatan nilai-nilai bela negara dalam konteks kekinian.

Dalam kondisi tersebut, Tarmizi menekankan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan ancaman militer.

Menurutnya, bela negara juga mencakup kepedulian sosial, penguatan ketahanan ekonomi keluarga, serta peningkatan literasi digital untuk menangkal hoaks dan informasi palsu.

“Cinta tanah air harus tercermin dalam tindakan nyata, seperti membantu sesama saat terjadi bencana, menjaga ruang digital dari informasi palsu, serta berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan peran masing-masing,” katanya.

Tarmizi berharap peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang tangguh, maju, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved