Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Selatan

Penuh Haru dan Khidmat, Pemkab Aceh Selatan Peringati Hari Ibu di Wilayah Terdampak Bencana

Pelaksanaan peringatan Hari Ibu di lokasi tersebut menjadi simbol solidaritas dan dukungan moril bagi warga yang masih merasakan dampak bencana.

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
HARI IBU - Plt Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis saat memberikan sambutan Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 di desa yang terdampak bencana alam yakni di Desa Lhok Raya Kecamatan Trumon Tengah, Sabtu (20/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan penuh haru dan khidmat di Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Sabtu (20/12/2025).
  • Desa Lhok Raya merupakan salah satu wilayah yang sempat dilanda banjir beberapa waktu lalu.
  • Pelaksanaan peringatan Hari Ibu di lokasi tersebut menjadi simbol solidaritas dan dukungan moril bagi warga yang masih merasakan dampak bencana.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan penuh haru dan khidmat di Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Sabtu (20/12/2025).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini sengaja digelar di wilayah terdampak bencana alam sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

Desa Lhok Raya merupakan salah satu wilayah yang sempat dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan peringatan Hari Ibu di lokasi tersebut menjadi simbol solidaritas dan dukungan moril bagi warga yang masih merasakan dampak bencana.

Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.

Di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat serta dampak bencana yang masih dirasakan, khususnya di kawasan Trumon Raya, para ibu justru tampil sebagai sumber kekuatan utama dalam keluarga dan masyarakat.

Baca juga: Lembaga Sadaqa Jakarta Salurkan Bantuan Mesin Penyuling Air Bersih untuk Korban Banjir di Bireuen

Dalam situasi darurat, para ibu bersama para ayah menjadi sosok pertama yang memastikan keselamatan anak-anak saat air mulai menggenang.

Tidak hanya itu, para ibu juga berperan aktif dalam menggerakkan dapur umum serta memastikan kebutuhan keluarga dan warga sekitar tetap terpenuhi.

Di balik raut wajah yang tampak tenang, tersimpan keteguhan dan kekuatan luar biasa.

Para ibu mampu meredam kepanikan, menenangkan anak-anak, serta menjaga harapan tetap hidup di tengah keterbatasan akibat bencana.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan, Baital Mukadis, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi terhadap peran perempuan dan para ibu di Aceh Selatan yang terjun langsung dalam aksi-aksi kemanusiaan pascabencana.

“Saya merasa bangga melihat peran perempuan dan para ibu di Aceh Selatan yang menjadi garda terdepan dalam membantu sesama. Semangat gotong royong yang ditunjukkan para ibu adalah bukti bahwa perempuan merupakan pilar utama ketangguhan daerah kita,” ujarnya.

Baca juga: Prabowo Bantu Tiga Alat Berat untuk Pidie Jaya, Sasaran Percepatan Penanganan Pascabencana

Baital menegaskan bahwa bencana bukan semata tentang kerugian materi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat mampu bangkit dan saling menguatkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved